Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bhagavad Gita 6.5 Bahas Percaya Pada Kemampuan Diri

Putu Agus Adegrantika • Senin, 10 Februari 2025 | 14:30 WIB
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Ekayanti.
PENYULUH : Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Ekayanti.

BALIEXPRESS.ID – Dalam kehidupan, kita sering kali menggantungkan diri pada hal-hal di luar diri kita. Kita mungkin bergantung pada harta, jabatan, hubungan, atau bahkan orang lain.

Namun, seperti burung itu, kita diajak untuk menyadari bahwa kepercayaan sejati haruslah berasal dari dalam diri sendiri dan keyakinan kita pada anugerah Tuhan.  Hal tersebut diungkan oleh Penyuluh Agama Hindu, Ni Wayan Ekayanti.

Seperti dalam Bhagavad Gita (6:5), Sri Krishna mengingatkan:

"Uddhared atmanatmanam, natmanam avasadayet, Atmaiva hy atmano bandhur, atmaiva ripur atmanah."

Artinya, "Angkatlah dirimu dengan kekuatan dirimu sendiri, jangan merendahkan dirimu. Karena diri sendiri adalah sahabat sekaligus musuh bagi dirimu."

“Sloka ini mengajarkan bahwa kita harus mengandalkan kekuatan diri sendiri, karena diri kitalah yang menentukan apakah kita akan maju atau terpuruk. Seperti burung yang percaya pada sayapnya, kita pun harus percaya pada kemampuan dan potensi yang telah diberikan oleh Sang Hyang Widhi,” papar Eka.

Kepercayaan pada diri sendiri tidak berarti kita mengabaikan peran Tuhan. Justru, keyakinan pada kemampuan diri adalah wujud dari penyerahan diri kepada Tuhan dengan penuh kesadaran bahwa segala kekuatan berasal dari-Nya.

Ketika kita yakin pada kemampuan kita untuk "terbang," kita sebenarnya sedang mempercayai bahwa Tuhan telah membekali kita dengan segala yang kita butuhkan untuk menghadapi tantangan hidup.

Eka mengatakan janganlah kita terlalu bergantung pada "ranting-ranting" kehidupan yang rapuh dan sementara. Percayalah pada "sayap" yang telah diberikan oleh Sang Pencipta sebagai kekuatan diri, kebijaksanaan, dan keyakinan spiritual kita.

Dengan demikian, kita akan mampu mengatasi segala ketakutan dan ketidakpastian, siap untuk "terbang" menuju kehidupan yang lebih tinggi dan bermakna.

“Marilah kita senantiasa mengingat bahwa Tuhan telah memberikan kita segala yang kita butuhkan untuk menghadapi tantangan hidup. Tugas kita adalah mengenali dan mengoptimalkan potensi tersebut, sambil tetap berserah diri kepada-Nya,” pungkasnya. *

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Bhagawad Gita