BALIEXPRESS.ID - Teo-ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, adalah kepercayaan konsisten dan mendalam terhadap Tuhan sebagai esensialisme dari alam.
Hal ini mampu mengkonstruksi empat aspek ekologi, yaitu ekologi kultural, ekologi sosial, ekologi lingkungan dan ekologi teologi.
I Made Danu Tirta, berdasarkan hasil disertasinya hal yang bersifat relasional partisipatif.
Hal ini terlihat melalui alasan pokok pemertahanan teo-ekologi di Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri yang bertumpu pada sisi kultural berbasis teologi dan ideologi ekosentrisme.
“Alasan pemertahanan tersebut dieksekusi secara realistis melalui sebuah habitus konservasi dan regenerasi kelestarian ekologis. Baik melalui penguatan ekologi identitas sosial sebagai warga Pasek Wanagiri maupun pelestarian kealamian alam secara nyata,” papar Danu.
Implikasi dari hal tersebut adalah memperkuat ekologi teologi sebagai spirit utama dari konstruksi kealamian alam yang menjadi ikonik Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri.
Ikonik ini akan tetap bertahan, apabila alasan serta aktivitas masyarakat Wanagiri (warga Pasek Wanagiri) masih konsisten untuk melestarikan alam.
Realitas ini memberikan sebuah pemahaman bahwa kelestarian ekologi baik pada tempat suci maupun lingkungan alam secara umum, sangat bergantung pada kesungguhan konservasi ekologis pada pemikiran, perkataan dan perbuatan manusianya.
“Keberadaan Pura Pasek Toh Jiwa Wanagiri sangat potensial dijadikan sebagai objek studi dalam menyimak korelasi antara keyakinan, perhatian dan ketergantungan mendalam dari masyarakat pegunungan terhadap kelestarian alam secara spirit maupun realistis,” pungkas Danu. *
Editor : Putu Agus Adegrantika