BALIEXPRESS.ID - Apabila dunia ini terancam dari bahaya angkaramurka maka Tuhan akan turun ke dunia ini menyelamatkan umat manusia yang disebut Awatara.
Awatara adalah perwujudan Sang Hyang Widhi Wasa di jagat raya ini, dengan menggunakan wujud serta ajaran-ajaran sucinya, memberikan tuntunan membebaskan manusia dari kesengsaraan yang disebabkan oleh kebodohan.
Di dalam Bhagawad gita (11.7) disebutkan, kapan saja Dharma (keadilan) mulai merosot dan adharma ñmerajalela. Aku menjelma kembali ke dunia ini, untuk menegakkan Dharma.
Aris Widodo, Penyuluh Agama Hindu, menjelaskan apabila alam semesta ini kedapatan adharma atau yang menguasai tingkah laku angkaramurka, di sana Sang Hyang Widhi Wasa bakal datang di alam semesta ini untuk menegakkan dharma.
“Ada di kitab Purana disebutkan Awatara dari Wisnu antaranya, Sri Rama, Sri Kresna, dan lainnya dengan ajaran-ajaran sucinya yang menuntun menuju dalam ketentraman dan perdamaian,” paparnya.
Seperti Sri Rama yaitu Sang Hyang Widhi pribadi (Wisnu) di alam semesta ini sebagai putra Raja Dasaratha untuk melebur angkara murka (adharma) yang ditimbulkan oleh para Raksasa yaitu masyarakatnya Prabu Rahwana (Dasamuka).
Sri Kresna juga salah satu perwujudan Sang Hyang Widhi Wasa (Wisnu) di alam semesta yang mempunyai sifat sempurna untuk menegakkan Dharma.
Karena dunia ini dalam keadaan tidak aman gelap gulita yang disebabkan oleh dikuasainya adharma yang ditimbulkan oleh sifat-sifat raksasa, angkara dan lainnya sehingga merusak ketentraman dan tata kehidupan umat manusia.
Hal ini digambarkan dalam cerita Mahabharata yang menggambarkan Duryudana, Kangsa, Sisupala, Jarasandi dan lain-lainnya, yang berupa sifat raksasa yang punya keinginan merubuhkan dharma.
Dan awatara pungkasan di jaman ini adalah Sang Budha yang merupakan perwujudan Sang Hyang Widi Wasa (Wisnu) yang lahir jadi putra Raja Kapilawastu, turun ke dunia ini untuk menegakkan dharma dari perubahan alam semesta. *
Editor : Putu Agus Adegrantika