Peristiwa Tak Masuk Akal di Tempat Suci Hindu Bali Pura Sanak Batur: Suara Tangisan Gaib hingga Peristiwa Aneh yang Masih Jadi Teka-Teki!
I Putu Suyatra• Minggu, 16 Maret 2025 | 01:24 WIB
Pura Sanak Batur di Banjar Tiying Tutul, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Kabupaten Badung, bukan sekadar tempat suci Hindu Bali biasa.
BALIEXPRESS.ID - Pura Sanak Batur di Banjar Tiying Tutul, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Kabupaten Badung, bukan sekadar tempat suci Hindu Bali biasa.
Di balik namanya yang baru dikenal sekitar 20-an tahun terakhir, tersimpan berbagai kisah mistis dan peristiwa tak terjelaskan yang masih menjadi teka-teki hingga kini.
Nama yang Berubah, Energi yang Tetap Kuat
Awalnya, pura ini disebut Pura Duwur Batu karena berdiri di atas batu besar.
Ada juga yang menyebutnya Pura Batur, dikaitkan dengan Pura Batur di Pererenan.
Namun, nama Pura Sanak Batur akhirnya disepakati karena statusnya yang dianggap lebih junior dari Pura Batur.
Pura ini berkonsep Dwi Mandala, dengan berbagai palinggih seperti Gedong Ratu Ayu, Meru Tumpang Tiga untuk Batara Geng Putus, Padmasana, hingga Balai penyimpanan Barong Ket.
Namun, ada satu palinggih yang memiliki kisah mistis tersendiri—Palinggih Ratu Mas Meketel, yang diyakini sebagai cikal bakal pura ini.
Misteri Suara Tangisan Gaib
Salah satu peristiwa tak masuk akal terjadi ketika dua pohon besar di dekat pura—pohon kroya dan pohon kresek—ditebang karena ukurannya yang membahayakan bangunan pura.
Sejak saat itu, warga sering mendengar suara anak menangis di sekitar pura. Tak ada sosok yang terlihat, hanya suara yang bergema di tengah keheningan.
Hal serupa terjadi saat rumpun bambu di sekitar pura ditebang.
Jro Mangku Made Sukarya, pemangku Pura Sanak Batur, meyakini bahwa area sungai di sebelah pura adalah rumah makhluk tak kasat mata. Untuk menghormati mereka, akhirnya didirikan palinggih khusus di area pura.
Anak-Anak Misterius dan Hilangnya Daging Persembahan
Pengalaman aneh juga dialami Jro Mangku saat masih muda. Ketika sedang berlatih silat di jaba pura bersama rekan-rekannya, ia melihat anak-anak menonton dari kejauhan.
Namun, anehnya, sebelum latihan berakhir, tak seorang pun melihat anak-anak tersebut datang.
"Saya pikir itu hanya halusinasi, tapi terlihat sangat nyata," ungkapnya.
Kejadian gaib lainnya terjadi saat warga mengadakan hajatan dan menyembelih babi.
Karena lupa mempersembahkan daging ke pura, secara misterius bahan makanan dan daging babi yang belum dimasak tiba-tiba hilang tanpa jejak.
Beberapa saat kemudian, warga mencium aroma sate yang dipanggang dari arah pura.
Sejak saat itu, setiap ada hajatan, warga selalu mempersembahkan bagian daging ke pura untuk menghindari kejadian serupa.
Jejak Sejarah: Benteng Kerajaan Mengwi dan Tempat Persembunyian Pejuang
Pura Sanak Batur juga menyimpan sejarah panjang. Pada zaman Kerajaan Mengwi, pura ini berfungsi sebagai benteng pertahanan di Tenggara.
Pasukan kerajaan ditempatkan di sekitar pura untuk menjaga perbatasan dengan Badung.
Tak hanya itu, di masa penjajahan Jepang, pura ini menjadi tempat persembunyian para pejuang.
Anehnya, meskipun tentara Jepang melintas di sekitar pura, mereka sama sekali tidak bisa melihat para pejuang yang bersembunyi di sana. Fenomena ini hingga kini masih menjadi misteri.
Gua Penuh Obat dan Para Penjaga Gaib
Di masa lalu, terdapat sebuah gua besar di bawah pura yang diyakini menyimpan berbagai obat-obatan alami.
Suara orang yang berbicara di mulut gua akan bergema, menandakan betapa luasnya gua tersebut.
Namun, kini gua itu telah tertutup sedimen sungai, meninggalkan kisahnya dalam legenda.
Selain itu, Pura Sanak Batur juga memiliki penjaga gaib atau duwe, yang konon sering menampakkan diri.
Beberapa di antaranya adalah be julid, ular ekor merah, macan gading, grombong selem, dan caling menala. Meski tak semua bisa melihatnya, setiap upacara persembahan di pura selalu menyebutkan nama mereka sebagai penghormatan. ***