Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menguak Misteri Lontar Dasar Pangiwa: Ilmu Magis atau Pemujaan Spiritual?

I Putu Suyatra • Rabu, 19 Maret 2025 | 20:55 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

BALIEXPRESS.ID - Lontar Dasar Pangiwa selama ini kerap dikaitkan dengan ilmu hitam dan praktik pangleakan oleh masyarakat Hindu Bali.

Namun, benarkah isinya sepenuhnya negatif? I Wayan Suartika, alumnin pascasarjana IHDN Denpasar (kini UHN Sugriwa Denpasar), mengungkap fakta mengejutkan setelah meneliti lontar tersebut dalam tesisnya berjudul “Kundalini dalam Lontar Dasar Pangiwa (Kajian Teologi Hindu)” pada tahun 2016.

Menurut Suartika, lontar ini sebenarnya berisi tuntunan ilmu kebatinan yang bergantung pada niat penggunanya.

Baca Juga: Kembali Muncul ke Publik, Bu Guru Salsa Ungkap Kesukaan Suami

“Kalau motifnya buruk, hasilnya negatif. Kalau motifnya baik, justru bisa bermanfaat, seperti sebilah pisau yang bisa digunakan untuk memasak atau melukai,” ungkapnya.

Rahasia Mantra Pangiwa: Selalu Menyebut Simbol Tuhan

Fakta yang lebih mengejutkan, lanjut Suartika, adalah bahwa setiap mantra dalam lontar Dasar Pangiwa selalu menyebut simbol-simbol Tuhan, khususnya aksara suci.

“Pelafalan mantra dalam lontar ini penuh dengan pemujaan kepada Tuhan dan para dewata,” ujarnya.

Salah satu contohnya adalah mantra Pangiwa Siwa Wijaya, yang dalam penggalannya berbunyi:

"Ini Pangiwa Siwa Wijaya, berhak digunakan oleh para raja, sangat utama. Mantra Ong Sang Ang Tang Bang Ing Yang, Siwa Wijaya, bertubuh Sang Hyang Paramasiwa Murti…"

Baca Juga: Kesan Perdana Patrick Kluivert Jelang Lawan Australia: Timnas Indonesia Punya Kualitas, Kami Datang untuk Menang!

Mantra ini diyakini bermanfaat bagi pemimpin atau raja, meskipun ada juga yang menyalahgunakannya untuk tujuan negatif.

Misteri Pangiwa Cambrabrag dan Anjing Sakti di Mengwi

Selain Pangiwa Siwa Wijaya, lontar ini juga menyebut berbagai jenis pangiwa lainnya, seperti Pangiwa Cambrabrag.

Cambrabrag atau I Cambra Berag adalah ilmu magis yang dapat membuat seseorang terlihat seperti anjing dekil, tetapi memiliki kekuatan luar biasa.

Menariknya, di Desa Kapal, Mengwi, terdapat legenda tentang seekor anjing bernama I Cambra Berag yang dihormati oleh masyarakat setempat dan bahkan dibuatkan patung.

Hingga kini, belum diketahui apakah nama anjing ini berkaitan dengan Pangiwa Cambrabrag atau hanya kebetulan semata.

Ilmu Pangiwa yang Jarang Diketahui

Selain itu, penelitian Suartika juga menemukan berbagai jenis pangiwa lain, seperti:

Namun, tingkatan antar jenis pangiwa ini tidak dijelaskan dalam lontar Dasar Pangiwa.

“Semua kembali pada seberapa dalam seseorang menguasainya,” jelas Suartika.

Baca Juga: Pembangunan Sirkuit Baru di Buleleng, Butuh Lahan 650 Meter Untuk Akses Jalan

Ilmu Pengetahuan Tidak Selalu Buruk

Berdasarkan penelitiannya, Suartika berharap generasi muda tidak mudah percaya dengan stigma negatif yang berkembang di masyarakat.

“Setiap ilmu pasti diciptakan Tuhan dengan tujuan. Tinggal bagaimana kita menggunakannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan tiga prinsip penting dalam belajar spiritual: meneliti, memahami, dan menafsirkan.

Lantas, apakah lontar Dasar Pangiwa benar-benar ilmu hitam, atau justru ilmu kebatinan yang lebih dalam dari sekadar mitos?

Jawabannya ada pada pemahaman setiap individu yang berani menelaahnya lebih jauh. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Lontar Dasar Pengiwa #hindu bali #kundalini