Sejarah Unik Tempat Suci Hindu Bali Beji Purna: Sumber Air Sakral yang Muncul dari Peristiwa Gaib, Tempat Melukat Mohon Kesembuhan
I Putu Suyatra• Kamis, 20 Maret 2025 | 01:14 WIB
Tempat suci Hindu Bali, Pura Beji Purna, yang terletak di Banjar Delod Bale Agung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
BALIEXPRESS.ID - Di tengah mahalnya harga air minum di Bali, ada sebuah sumber air yang tidak hanya layak dikonsumsi, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual. Sumber air ini berasal dari sebuah tempat suci Hindu Bali, Pura Beji Purna, yang terletak di Banjar Delod Bale Agung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Tidak seperti sumber air biasa, Pura Beji Purna menyimpan kisah mistis yang mengejutkan! Dahulu, tempat ini hanyalah lahan tegalan biasa.
Namun, segalanya berubah ketika seorang petani mencuri kelapa dari tanah laba Pura Desa Delod Bale Agung.
Awalnya, aksinya berjalan mulus, sampai kejadian aneh terjadi—alat pengupas kelapa yang digunakannya tiba-tiba lenyap ke dalam tanah!
Tak hanya itu, beberapa saat kemudian, alat tersebut muncul kembali secara gaib di lokasi yang kini dikenal sebagai Beji Purna.
Dari lubang tempat alat itu tenggelam, air pun mulai mengalir, semakin deras dari waktu ke waktu.
Masyarakat percaya bahwa air ini adalah anugerah dari Ida Bhatara yang berstana di Pura Puseh.
Tempat Suci untuk Melukat dan Memohon Kesembuhan
Seiring waktu, Beji Purna tidak hanya menjadi sumber air minum bagi warga sekitar, tetapi juga tempat melukat—ritual pembersihan diri secara spiritual.
Banyak orang datang atas petunjuk orang pintar untuk memohon kesembuhan dari penyakit, terutama penyakit yang diyakini berasal dari pengaruh niskala.
Bagi masyarakat setempat, air Beji Purna diyakini memiliki kekuatan suci karena menjadi tempat penyucian untuk Ida Bhatara di Pura Kahyangan Tiga Desa Delod Bale Agung.
Tak heran, banyak pedagang di desa ini juga rutin mengambil Tirtha Beji Purna untuk diletakkan di warung atau toko mereka sebagai bentuk penghormatan kepada Ida Bhatara Rambut Sedana, yang diyakini membawa keberkahan dalam usaha.
Piodalan dan Keistimewaan Pura Beji Purna
Di Pura Beji Purna, masyarakat memuja Ida Bhatara Wisnu, Ida Bhatara Rambut Sedana, Ida Bhatara Ratu Melanting, Mekel Alit, dan Mekel Lingsir.
Setiap Rabu Wage Wuku Kelawu, digelar piodalan sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa yang berstana di pura ini.
Meskipun bangunan pura ini telah mengalami pemugaran beberapa kali—terakhir pada tahun 2015—keberkahan air suci dari Beji Purna tetap lestari, dipercaya turun-temurun sebagai anugerah spiritual yang muncul dari kejadian gaib.
Lantas, apakah air dari Beji Purna benar-benar memiliki energi sakral? Ataukah ini hanya legenda turun-temurun?
Bagi masyarakat yang telah merasakan manfaatnya, Beji Purna adalah bukti nyata bahwa alam Bali menyimpan keajaiban yang tak terduga. ***