BALIEXPRESS.ID - Tempat Suci Hindu Bali, Pura Dalem Purnama di Desa Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menyimpan kisah unik yang belum banyak diketahui.
Meski dikenal dengan nama tersebut, pura kuno ini ternyata memiliki nama asli berbeda!
Lalu, mengapa nama aslinya tak digunakan dan bagaimana bisa berubah menjadi Pura Dalem Purnama?
Mengapa Nama Asli Tidak Dipakai?
Dalam penelusuran, diketahui bahwa nama asli pura ini adalah Pura Dalem Majapahit.
Namun, menurut Jro Mangku I Made Parka dan Tokoh Pura Wayan Jandra, nama ini dianggap terlalu besar dan angker.
Banyak warga merasa segan menyebutkan "Majapahit" karena image sejarahnya yang kuat.
Seiring waktu, masyarakat pun memilih nama lain yang terdengar lebih akrab: Pura Dalem Purnama.
Perjalanan Nama "Purnama"
Penamaan "Purnama" bukan tanpa alasan. Setiap Buda Kliwon Wuku Shinta, pura ini mengadakan rainan khusus pada malam purnama.
Rangkaian upacara dilakukan dalam tiga fase:
-
Sugihan Bali, sebagai prosesi penyambutan Ida Bhatara.
-
Purnama Munuh, yang jatuh setelah Buda Kliwon Wuku Pahang.
-
Patirtan pada Hari Raya Pagerwesi, melibatkan 18 orang prajuru pura.
Dari tradisi inilah, masyarakat mulai menyebutnya sebagai Pura Dalem Purnama, meski secara resmi tetap bernama Pura Dalem Majapahit.
Fenomena Mistis di Pura Dalem Purnama
Bukan hanya soal nama, pura ini juga menyimpan berbagai kisah niskala yang membuat bulu kuduk merinding. Beberapa pengalaman mistis yang pernah terjadi di pura ini antara lain:
1. Ikan Raksasa di Kolam Pura
Seorang pemancing yang tidak meminta izin dan sering memancing di taman pura tiba-tiba dikejutkan oleh kemunculan ikan raksasa. Sejak saat itu, ia kapok dan tak pernah datang lagi.
2. Tentara Niskala dan Pagar Besi Gaib
Secara kasatmata, pura ini dikelilingi taman indah, tetapi secara niskala, konon ada barisan tentara berpakaian hitam putih yang berjaga.
Bahkan, ada pagar besi gaib dengan ukiran indah yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki mata batin.
3. Ilmu Kebal di Pura Dalem Purnama
Konon, di pura ini seseorang bisa memohon keteguhan atau kekebalan terhadap senjata. Namun, ini hanya akan diberikan jika niatnya murni.
"Jika niat buruk, maka tidak akan mendapat keteguhan," kata Jro Mangku.
4. Kutukan bagi yang Melanggar Larangan
Warga sekitar mempercayai bahwa beternak babi di dekat pura akan sia-sia. "Babi tidak akan tumbuh besar dan perkembangannya terhambat," ungkap Jro Mangku.
5. Hutan Sakral yang Tidak Boleh Ditebang
Area hutan di sebelah barat taman pura dianggap sangat sakral. Penebangan pohon tanpa izin dipercaya bisa mendatangkan petaka.
Ritual Sakral dan Keunikan Pura
Setiap piodalan, Pura Dalem Purnama selalu menggelar Tari Gambuh, sebuah tarian sakral yang dipersembahkan sebagai pembayaran kaul oleh warga dari berbagai daerah, seperti Denpasar, Badung, Kapal, hingga Belayu.
Selain itu, di pura ini juga bisa dilakukan malukat (ruwatan), namun harus melalui prosesi khusus di hadapan Palinggih Ratu Nyoman.
Di dalam pura terdapat berbagai palinggih suci, termasuk Gedong Ratu Gede, Gedong Ratu Made, dan Palinggih Ratu Mas Gunung Semeru yang memiliki kaitan erat dengan Majapahit.
Kesimpulan
Pura Dalem Purnama bukan hanya sebuah tempat suci, tetapi juga menyimpan kisah-kisah misterius yang membangun aura sakralnya.
Dari perubahan nama yang penuh makna hingga fenomena gaib yang menyertainya, pura ini tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan spiritualitas masyarakat Bali.
Bagi yang ingin berkunjung, jangan lupa menjaga sikap dan memohon izin agar tidak mengalami kejadian di luar nalar! ***
Editor : I Putu Suyatra