Tempat Suci Hindu Bali Pura Luhur Pucak Batu Gaing: Ada Gerbang Gaib Bunut Bolong yang Penuh Misteri, Jika Dilanggar Alami Kejadian Aneh
I Putu Suyatra• Sabtu, 22 Maret 2025 | 23:13 WIB
tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Pucak Batu Gaing di Desa Pakraman Kebonjero, Pupuan, Kabupaten Tabanan
BALIEXPRESS.ID - Sekilas, tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Pucak Batu Gaing di Desa Pakraman Kebonjero, Pupuan, Kabupaten Tabanan, tampak seperti pura biasa.
Bangunannya sederhana, tanpa kemegahan mencolok. Namun, siapa sangka, pengalaman spiritual di tempat ini justru menyimpan aura mistis yang sulit dijelaskan dengan kata-kata!
Perjalanan Sakral Dimulai dari Pura Pasimpangan
Sebelum menuju puncak, umat wajib matur piuning di Pura Pasimpangan, yang terletak di kaki bukit.
Di sini terdapat sebuah palinggih dan sebongkah batu suci. Konon, dahulu medan menuju puncak sangat sulit, sehingga masyarakat kerap ngayat di pura ini jika tidak bisa naik ke atas.
Melewati Gerbang Gaib: Bunut Bolong yang Penuh Misteri
Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki tangga menuju puncak, namun ada satu hal unik yang harus dilalui—sebuah pohon bunut dengan lubang di tengahnya, dikenal sebagai bunut bolong.
Lubangnya memang tidak sebesar bunut di Jembrana, tetapi memiliki kisah mistis tersendiri.
Fenomena Ajaib! Beberapa orang dengan tubuh besar tetap bisa melewati celah bunut yang sempit.
Peringatan Sakral! Setiap pamedek wajib melewati bunut ini. Konon, ada yang mencoba mengabaikan dan justru mengalami kejadian aneh, seperti terpeleset atau terjatuh!
Menurut Jro Mangku Lingsir Pura Luhur Pucak Batu Gaing, I Made Lidra, secara niskala, bunut bolong ini adalah Kori Agung (gerbang utama) pura.
Di sinilah pamedek nunas panglukatan sebelum melanjutkan perjalanan. Tak peduli siapapun, bahkan seorang pandita sekalipun harus melewati bunut bolong ini sebelum mencapai pura!
Aura Mistis di Tengah Hutan
Setelah melewati bunut bolong, pamedek akan memasuki kawasan hutan yang sejuk dan lebat. Pada musim tertentu, kabut tebal menyelimuti, menciptakan suasana mistis yang begitu kuat.
Jika beruntung, di malam hari, suara embun yang jatuh dari dedaunan terdengar layaknya rintik hujan, menambah kesan magis perjalanan ini.
Setibanya di puncak, umat akan menemukan Pura Luhur Pucak Batu Gaing, meskipun arealnya tidak terlalu luas, namun tempat ini selalu dipenuhi umat saat piodalan.