Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Tempat Suci Hindu Baliu, Pura Luhur Tamba Waras: Jejak Obat Gaib yang Sembuhkan Raja Tabanan

I Putu Suyatra • Minggu, 23 Maret 2025 | 15:06 WIB

Tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Tamba Waras terletak di Desa Sangketan, Penebel, Kabupaten Tabanan.
Tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Tamba Waras terletak di Desa Sangketan, Penebel, Kabupaten Tabanan.

BALIEXPRESS.ID - Di balik keheningan lereng Gunung Batukaru, tersimpan kisah mistis tentang tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Tamba Waras yang terletak di Desa Sangketan, Penebel, Kabupaten Tabanan.

Tempat suci Hindu Bali, ini bukan sekadar tempat suci, tetapi juga dipercaya sebagai pusat penyembuhan dengan obat-obatan gaib yang telah ada sejak abad ke-12.

Asal-usul Nama Tamba Waras: Warisan Obat dari Alam Gaib

Legenda menyebutkan bahwa seorang Raja Tabanan pernah menderita sakit parah yang tak kunjung sembuh.

Setelah berbagai cara gagal, akhirnya seorang utusan dikirim mencari petunjuk gaib.

Dalam perjalanannya di hutan Batukaru, utusan tersebut melihat kepulan asap yang keluar dari sebutir kelapa yang tergeletak di tanah, di dalam rumpun bambu.

Setelah memohon, ia mendapatkan ramuan obat dari tempat itu, yang kemudian diberikan kepada sang raja.

Tak disangka, penyakit sang raja perlahan menghilang. Sebagai bentuk rasa syukur, dibangunlah tempat pemujaan yang kini dikenal sebagai Pura Tamba Waras.

Nama "Tamba Waras" sendiri berasal dari kata tamba yang berarti obat dan waras yang berarti sehat.

Tempat Sakral Pembuat Obat di Pura

Sesuai namanya, Pura Tamba Waras masih menjadi tempat pembuatan obat tradisional hingga saat ini.

Uniknya, di dalam pura terdapat sebuah perapian khusus bernama Palinggih Hyang Geni, yang digunakan untuk merebus bahan-bahan obat seperti daun kayu putih, temu-temuan, dan minyak.

Proses ini masih menggunakan metode tradisional dengan kayu bakar sebagai bahan bakarnya.

Selain itu, perapian ini juga memiliki fungsi lain yang tak kalah menarik.

Saat upacara besar berlangsung, Jro Mangku di pura ini menggunakan perapian tersebut untuk nerang, yaitu memohon agar hujan tidak turun saat puncak pujawali.

Pusat Pengobatan Gaib: Dari Penyakit Sekala hingga Niskala

Jro Mangku Wayan Nantra, seorang pemangku yang sudah ngayah sejak kecil, mengungkapkan bahwa banyak umat yang datang ke pura ini bukan hanya untuk bersembahyang, tetapi juga untuk mencari kesembuhan.

Obat yang dibuat di pura ini dipercaya mampu mengatasi berbagai penyakit, baik yang bersifat sekala (fisik) maupun niskala (gaib).

Obat yang diberikan berupa minyak, ada yang diminum dan ada pula yang digunakan untuk pijat urut.

Jro Mangku menyebutkan bahwa tidak ada batasan jenis penyakit yang bisa disembuhkan.

Banyak pejabat dan masyarakat umum datang ke pura ini untuk memohon keselamatan dan kesembuhan.

Piodalan dan Waktu Terbaik untuk Tangkil

Bagi umat Hindu yang ingin tangkil ke Pura Tamba Waras, waktu yang paling disarankan adalah pada hari-hari suci seperti Purnama, Tilem, atau hari Minggu.

Piodalan atau pujawali di pura ini jatuh pada Buda Manis Prangbakat, yaitu dua bulan setelah pujawali di Pura Batukaru.

Pura ini dipangamong oleh lima banjar adat, yaitu Kayu Puring, Munduk Dawa, Munduk Bun, Sangketan, dan Bongli.

Menariknya, setiap hari selalu ada pemangku yang bertugas secara bergiliran sehingga umat yang datang tidak perlu khawatir tidak ada yang menyambut.

Misteri dan Keunikan Pura Tamba Waras

Selain berkaitan erat dengan Pura Luhur Batukaru, Pura Tamba Waras juga memiliki hubungan spiritual dengan Pura Dalem Solo dan Pura Puser Tasik.

Banyak palinggih berdiri di pura ini, namun yang paling utama adalah Palinggih Panglingsir Ratu Niang dan Gedong Bhatara Kabeh yang khas dengan wastra poleng-nya.

Dengan sejarah yang mendalam, kekuatan mistis, dan warisan pengobatan tradisionalnya, Pura Tamba Waras bukan hanya menjadi tempat pemujaan, tetapi juga pusat spiritual bagi mereka yang mencari kesembuhan dan ketenangan jiwa. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#obat #kabupaten tabanan #hindu bali #gaib #Pura Luhur Tamba Waras