BALIEXPRESS.ID - Di jantung Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, berdiri megah sebuah pohon beringin yang bukan sekadar pohon biasa.
Usianya mencapai 700 tahun, menjadikannya saksi bisu perjalanan panjang desa ini, bahkan diyakini memiliki kekuatan gaib yang mampu memberikan sinyal bencana.
Kisah-kisah mistis yang menyelimuti pohon ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Desa Bulian.
Baca Juga: Terkait Ogoh-Ogoh Banjar Tainsiat Tahun 2025, Kedux: Kami Minta Maaf Sedalam-dalamnya!
Pohon beringin ini ditanam pada 22 November 1320 oleh tokoh Jero Pasek Bulian bersama Pratisentana Arya Kebon Tubuh, sebagai pertanda disahkannya awig-awig Desa Bulian.
Sejak saat itu, pohon ini menjadi pancer desa, simbol keberadaan dan identitas Bulian.
"Pohon ini sebagai pancer, puser, dan simbol keadilan dan kebenaran bagi Bulian," ungkap Gede Suardana Putra, tokoh Desa Bulian.
Keangkeran pohon beringin ini terletak pada kemampuannya memberikan sinyal bencana. Konon, jika daunnya rimbun dan hijau, maka desa dalam kondisi aman dan damai.
Namun, jika daunnya gersang dan meranggas, maka itu pertanda bahaya.
Kisah tragis pernah terjadi ketika awig-awig desa dilanggar, menyebabkan dahan pohon beringin patah dan menewaskan tujuh orang.
Kejadian serupa terulang beberapa tahun kemudian, memperkuat kepercayaan masyarakat akan kekuatan gaib pohon ini.
"Kalau daunnya rimbun, hijau, maka pertanda desa Bulian sedang dalam kondisi aman dan baik-baik saja, penuh kedamaian dan kesejukan. Tapi kalau daunnya gersang dan meranggas, maka itu pertanda bahaya. Harus waspada," imbuh Suardana.
Editor : I Putu Suyatra