Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pohon Beringin Berusia 700 Tahun di Bali: Saksi Bisu Bencana, Benarkah Punya Kekuatan Gaib?

I Putu Mardika • Minggu, 30 Maret 2025 | 22:21 WIB

Di jantung Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, berdiri megah sebuah pohon beringin yang bukan sekadar pohon biasa.
Di jantung Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, berdiri megah sebuah pohon beringin yang bukan sekadar pohon biasa.

BALIEXPRESS.ID - Di jantung Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, berdiri megah sebuah pohon beringin yang bukan sekadar pohon biasa.

Usianya mencapai 700 tahun, menjadikannya saksi bisu perjalanan panjang desa ini, bahkan diyakini memiliki kekuatan gaib yang mampu memberikan sinyal bencana.

Kisah-kisah mistis yang menyelimuti pohon ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Desa Bulian.

Baca Juga: Terkait Ogoh-Ogoh Banjar Tainsiat Tahun 2025, Kedux: Kami Minta Maaf Sedalam-dalamnya!

Pohon beringin ini ditanam pada 22 November 1320 oleh tokoh Jero Pasek Bulian bersama Pratisentana Arya Kebon Tubuh, sebagai pertanda disahkannya awig-awig Desa Bulian.

Sejak saat itu, pohon ini menjadi pancer desa, simbol keberadaan dan identitas Bulian.

"Pohon ini sebagai pancer, puser, dan simbol keadilan dan kebenaran bagi Bulian," ungkap Gede Suardana Putra, tokoh Desa Bulian.

Keangkeran pohon beringin ini terletak pada kemampuannya memberikan sinyal bencana. Konon, jika daunnya rimbun dan hijau, maka desa dalam kondisi aman dan damai.

Namun, jika daunnya gersang dan meranggas, maka itu pertanda bahaya.

Baca Juga: Kisah Tempat Hindu Bali, Pura Dalem Manik Segara: Saksi Bisu Sejarah Tumbak Bayuh, Penuh Kekuatan Spiritual yang Menakjubkan

Kisah tragis pernah terjadi ketika awig-awig desa dilanggar, menyebabkan dahan pohon beringin patah dan menewaskan tujuh orang.

Kejadian serupa terulang beberapa tahun kemudian, memperkuat kepercayaan masyarakat akan kekuatan gaib pohon ini.

"Kalau daunnya rimbun, hijau, maka pertanda desa Bulian sedang dalam kondisi aman dan baik-baik saja, penuh kedamaian dan kesejukan. Tapi kalau daunnya gersang dan meranggas, maka itu pertanda bahaya. Harus waspada," imbuh Suardana.

Selain kisah mistis, pohon beringin ini juga menjadi pusat tradisi dan upacara adat yang unik.

Salah satunya adalah ritual Sapi Selem Injin, di mana warga menghaturkan sapi hitam mulus sebagai caru di bawah pohon beringin.

Ritual ini bertujuan menjaga keseimbangan alam dan harmonisasi bhuana agung dan bhuana alit.

"Maksimal dalam kurun 10 tahun sekali wajib menghaturkan sapi selem injin. Boleh juga tiap lima tahun sekali. tapi yang paling bagus dan ideal adalah setiap tahun sekali menghaturkan caru ini di bawah pohon beringin," jelas Suardana. *** 

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Maut Karanganyar: Mobil Tabrak Pasutri Lansia hingga Tewas di Tempat, Lalu Hantam Warung!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Kabupaten Buleleng #gaib #pohon beringin