Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Uniknya Tempat Suci dan Tradisi Hindu Bali di Desa Bulian Kabupaten Buleleng: Berbeda dengan Daerah Lain

I Putu Suyatra • Senin, 31 Maret 2025 | 03:04 WIB

Tempt suci Hindu Bali di Desa Bulian, Kabupaten Buleleng.
Tempt suci Hindu Bali di Desa Bulian, Kabupaten Buleleng.

BALIEXPRESS.ID - Di tengah pesona Hindu Bali yang kaya akan tradisi, Desa Bulian, Kabupaten Buleleng, menyimpan misteri unik yang mengundang rasa penasaran.

Berbeda dari desa-desa lain di Bali yang memiliki Pura Kahyangan Tiga warisan Mpu Kuturan, Bulian justru memiliki tiga pura yang difungsikan layaknya Kahyangan Tiga, namun dengan nama dan fungsi yang berbeda.

Penasaran dengan keunikan ini, kami menyambangi tiga pura tersebut dan bertemu dengan tokoh masyarakat Bulian, Gede Suardana Putra.

Baca Juga: Filosofi Mendalam dari Ogoh-ogoh Paling Viral 2025: Tulak Tunggul Adalah Kritik Sosial Terbungkus Estetika Magis

Beliau menjelaskan bahwa tiga pura tersebut adalah Pura Taman Sari (Pura Puseh), Pura Banua (Pura Bale Agung), dan Pura Dalem.

Pura Taman Sari: Sumber Tirta Ajaib dan Upacara Kerbau Sakral

Pura Taman Sari, yang dipuja saat Buda Cemeng Kelawu, bukan hanya dikunjungi warga Bulian, tetapi juga umat Hindu dari seluruh Bali.

Pura kuno ini diyakini sebagai "Bagawantanya Ida Bhatara Ratu Hyang," tempat memohon tirta untuk berbagai keperluan, termasuk upacara Siwa Sampurna yang menggunakan kerbau sebagai sarana.

Baca Juga: Lansia di Tabanan Dilaporkan Hilang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Pura Dalem: Jejak Kerajaan Kuno dan Dewi Durga Pemberian Raja Panji Sakti

Bergeser ke utara, ada Pura Dalem yang menyimpan jejak sejarah kerajaan kuno.

Pura yang diperkirakan berdiri sebelum tahun 1320 ini memiliki arsitektur khas Buleleng yang memukau.

Uniknya, pura ini menghadap ke selatan, simbol "Wisnu Loka" yang melarang pembakaran mayat.

Meskipun dihiasi patung Dewi Durga, pemberian Raja Panji Sakti, Pura Dalem bukanlah Pura Dalem Setra seperti pada umumnya.

Pura ini difungsikan sebagai tempat pemujaan Ida Batara Ratu Gede Dalem Purwa Bhumi, simbol sistem pemerintahan niskala.

Setiap Tileming Sasih Kedasa, pura ini menggelar pujawali dan upacara Bulu Geles, yang dianggap lebih mulia dari pengabenan.

Pura Banua: Bale Agung dengan Sentuhan Sejarah Raja Bali

Di sebelah barat Pura Dalem, terpisah oleh tembok penyengker, berdiri Pura Banua yang difungsikan sebagai Bale Agung Desa Bulian.

Baca Juga: Misteri Kitab Suci Weda: Benarkah Hanya untuk Para Sesepuh? Remaja Hindu Wajib Tahu!

Pura ini memiliki sejumlah pelinggih, termasuk Ratu Gede Penyarikan, Ratu Gede Sesuhunan Madue Sari, Ratu Pasek, Ratu Hyang Surya Jnana, dan Bedawang Nala yang diyakini sebagai stana Raja Bali.

Pujawali Pura Banua digelar saat Purnama Sasih Kapat.

Pura Pingitan: Tempat Pejabat Memohon Jabatan di Tengah Malam

Selain tiga pura unik tersebut, Bulian juga memiliki Pura Pingitan yang sakral.

Pura ini kerap dikunjungi pejabat untuk memohon jabatan, namun dengan ritual khusus.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Gung Cok Membangun Olahraga Pulau Dewata: Dari Ring Tarung Derajat ke Kursi DPRD Bali

Mereka harus datang tengah malam, setelah berpuasa selama tiga hari, dan hanya boleh masuk hingga pengayatan.

Keunikan pura-pura di Desa Bulian ini menjadi bukti kekayaan tradisi Bali yang beragam.

Meskipun tidak mengikuti pakem Kahyangan Tiga, masyarakat Bulian tetap memfungsikan tiga pura tersebut layaknya Kahyangan Tiga, dengan keunikan dan sejarahnya masing-masing. *** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Pura Banua #Kabupaten Buleleng #Pura Pingitan #hindu bali #pura taman sari #desa bulian #Pura Dalem #tradisi #mpu kuturan #pura kahyangan tiga