Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Unik Hindu Bali Sembahyang 9 Kali di Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan: Yang Pertama Langsung Pakai Kwangen

I Putu Suyatra • Selasa, 1 April 2025 | 03:12 WIB

Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan, yang terletak di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung menyimpan tradisi unik yang diwariskan turun temurun oleh trah Pande.
Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan, yang terletak di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung menyimpan tradisi unik yang diwariskan turun temurun oleh trah Pande.

BALIEXPRESS.ID - Di tengah gemerlap tradisi Hindu Bali yang kaya, tersimpan sebuah pura dengan ritual sembahyang yang berbeda dengan tempat lain.

Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan, yang terletak di Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung menyimpan tradisi unik yang diwariskan turun temurun oleh trah Pande.

Pura ini menjadi tempat suci bagi warga keturunan Pande yang berasal dari wilayah Tatasan, Denpasar.

Baca Juga: Ruben Onsu Mualaf: Foto Salat Ied Bareng Ivan Gunawan Bocor, Pengakuan Resmi Bikin Heboh!

Keunikan pura ini tidak hanya terletak pada arsitekturnya yang masih mempertahankan batu paras dan bata merah, tetapi juga pada tata cara sembahyangnya yang berbeda dari pura-pura lain di Bali.

Sembahyang 9 Kali: Ritual Unik Trah Pande

Salah satu hal yang paling menarik dari Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan adalah ritual sembahyangnya yang dilakukan sebanyak sembilan kali.

Jro Mangku I Made Rasna, pemangku pura, menjelaskan bahwa ritual ini dimulai dengan memuja Ida Sang Hyang Widhi menggunakan kwangen, tanpa diawali sembah puyung (tanpa sarana).

"Kita tidak mengawalinya memakai sembah tanpa sarana seperti pada umumnya. Langsung pakai kwangen," terang Jro Mangku I Made Rasna.

Tahapan sembahyang selanjutnya melibatkan penggunaan kwangen dan bunga, yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi, Ida Bathara Nabe Kawitan, Ratu Pande Aji Sakti (Dewi Saraswati), dan leluhur.

Baca Juga: Ruben Onsu Mualaf: Buat Pengakuan Mengejutkan di Momen Idul Fitri! Lesti Kejora dan Habib Usman Jadi Saksi Hijrahnya!

"Spesialnya di sini memakai dua buah kwangen dan dua buah bunga," papar Jro Mangku I Made Rasna.

Sembahyang kesembilan dilakukan dengan sembah puyung, sebagai penutup, yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sejarah yang Penuh Teka-Teki

Sejarah Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan masih menjadi misteri. Jro Mangku I Made Rasna mengaku tidak mengetahui kapan pura ini dibangun.

"Orang tua saya maupun tetua-tetua dahulu tidak pernah menceritakan bagaimana kehadiran pura ini di Desa Buduk," ujarnya.

Menurut cerita tetua, pura ini didirikan oleh keturunan Pande dari Tatasan, Denpasar, dan diempon oleh trah Pande yang tinggal di sebelah barat Tukad (sungai) Mati.

Namun, alasan di balik aturan ini masih belum diketahui secara pasti.

Baca Juga: Skandal Guncang Ridwan Kamil: Lisa Mariana Ungkap Anak Hasil Perselingkuhan, Tantang Tes DNA, tapi Tak Dapat Tanggapan!

Trah Pande: Pembuat Perkakas Besi

Warga Pande yang menjadi panyungsung Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan adalah golongan Pande yang berprofesi sebagai pembuat perkakas besi, seperti pisau dan sabit.

Hingga kini, banyak pangempon pura yang masih menekuni profesi ini.

"Hingga kini pangempon kami banyak yang masih membuat pisau atau sabit," terang Jro Mangku I Made Rasna.

Destinasi Wisata Religi yang Menarik

Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan adalah sebuah tempat yang penuh dengan keunikan dan tradisi yang menarik.

Baca Juga: Usai Hari Raya Nyepi, Ini Rerainan di Bulan April 2025, Mulai Purnama Kedasa hingga Galungan

Ritual sembahyangnya yang tak lazim dan sejarahnya yang penuh teka-teki membuat pura ini menjadi destinasi wisata religi yang menarik di Bali.

Lokasi Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan:

*** 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Pande #Pura Dalem Pande Majapahit Tatasan #Kabupaten Badung #hindu bali #tradisi unik #Kecamatan Mengwi