BALIEXPRESS.ID - Bali, Pulau Dewata yang kaya akan tradisi dan budaya, menyimpan banyak misteri yang menarik untuk diungkap. Salah satunya adalah keberadaan kain poleng yang sering melilit pohon-pohon besar, seperti beringin.
Kesan angker mungkin muncul di benak orang yang melihatnya, tetapi tahukah Anda bahwa di balik kain hitam-putih ini, tersimpan makna mendalam tentang keseimbangan alam dan kekuatan magis?
Kain poleng, dengan motif kotak-kotak hitam-putihnya, bukan sekadar hiasan.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Jalur Wisata, Sopir Toyota Kijang Tewas, Dua Penumpang Luka Serius
Menurut pemuka agama Hindu Bali, Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga, kain ini menyiratkan makna "Rwa Bhineda," yaitu konsep keseimbangan antara dua hal yang berlawanan, seperti baik dan buruk, utara dan selatan.
Lebih dari itu, kain poleng juga melambangkan kekuatan magis dan perlindungan.
"Kain poleng yang ditempatkan pada pohon adalah tanda bahwa pohon itu memiliki daya magis," ujar Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga.
"Orang tidak akan berani menebang pohon yang dililit kain poleng. Ini adalah simbol kekuatan untuk perlindungan dan apa adanya," jelasnya.
Baca Juga: Hotman Paris Sebut Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Bisa Terjerat Hukum Jika Istri Sah Lakukan Ini
Selain itu, kain poleng juga memiliki berbagai jenis, seperti Sudhamala (hitam, putih, abu-abu) dan Tridatu (merah, hitam, putih), yang masing-masing memiliki makna simbolis tersendiri.
Penggunaan kain poleng ini juga berkaitan erat dengan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.
Masyarakat Bali sangat menghormati keberadaan pohon, dan kain poleng menjadi salah satu cara untuk menunjukkan rasa hormat tersebut.
"Umat Hindu Bali sangat menghormati keberadaan tumbuh-tumbuhan," kata Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga.
"Dengan memasangkan kain poleng, kita menghargai keberadaan pohon dan menjaga kelestariannya."
Lebih lanjut, penggunaan kain poleng juga terkait dengan ajaran Sad Kertih, terutama Wana Kertih, yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Kain poleng menjadi simbol kesejahteraan batin, sementara hasil hutan digunakan untuk kesejahteraan jasmani.
"Intinya, pemasangan kain poleng adalah tanda magis dan juga tanda bahwa umat Hindu sangat menghargai keberadaan pohon di dunia ini," pungkas Ida Pandita Mpu Jaya Ashita Santi Yoga. ***
Baca Juga: Profil Luna Maya: Artis Kelahiran Bali yang Dilamar Maxime Bouttier di Bawah Pohon Sakura
Editor : I Putu Suyatra