Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jangan Anggap Enteng! Khasiat Minyak Cukli jadi Penawar Cetik, Dicampurkan Minyak Kelapa, Harus Lewati Proses Nguripin  

I Putu Mardika • Jumat, 4 April 2025 | 03:36 WIB

 

Cukli memiliki khasiat obat yang mampu menjadi penawar cetik
Cukli memiliki khasiat obat yang mampu menjadi penawar cetik
BALIEXPRESS.ID-Penggunaan usada berbahan binatang atau Sato Pramana memang banyak diungkap dalam Lontar Usada Bali selain Taru Pramana atau pengobatan berbahan tumbuh-tumbuhan. 

Salah satunya melalui pengobatan dengan sarana Cukli yang merupakan hewan hidup di laut.

Penekun Usada Bali, Gede Sutana mengatakan Cukli yang nama ilmahnya Nautilus pompilius merupakan hewan laut yang berasal dari keluarga cephalopoda. 

Wujud hewan cukli ini menyerupai campuran antara siput dan cumi-cumi.

Seperti siput, cukli memiliki cangkang yang keras dan berbentuk melingkar. Namun layaknya cumi-cumi, cukli memiliki tentakel-tentakel kecil di kepalanya.

Habitat hidup dari cukli ini ialah pada dasar laut Indo-Pasific yang memiliki kedalaman maksimal 500 meter. Cukli mampu tumbuh hingga mencapai panjang 20 cm.

Cukli berkembang biak dengan bertelur. Cukli betina akan melampirkan telur yang telah dibuahi di batu atau karang pada perairan dangkal.

Baca Juga: Aksi Heroik I Made Jelimat yang Menyelamatkan Nenek Tuna Netra dari Kobaran Api di Bali: Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran

Telur itu membutuhkan waktu 8-12 bulan untuk berkembang sampai 30 milimeter. Cukli betina bertelur sekali per tahunnya dan meregenerasi organ reproduksi mereka.

Masa hidup cukli berkisar antara 15-20 tahun, bahkan bisa sampai melebihi 20 tahun.

Sutana yang juga akademisi di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini mengatakan dalam lontar Usada Cetik, cukli dikatakan mampu mengobati penyakit yang disebabkan oleh cetik.

Cetik merupakan salah satu penyakit yang umum dikenal oleh masyarakat Bali.

“Cetik dapat dibuat dari bahan tumbuhan, binatang, mineral maupun benda-benda logam. Beberapa jenis cetik yang umum dikenal masyarakat antara lain cetik reratusan, cetik kerikan gangsa, cetik gringsing, cetik medang api,” paparnya.

Penggunaan cukli sebagai obat penawar cetik dalam Usada Bali, secara umum yang digunakan adalah daging cukli yang diolah menjadi minyak.

Kemudian dicampur dengan berbagai bahan lainnya sesuai jenis cetik yang diderita oleh pasien.

Penggolahan daging cukli menjadi minyak tidak dilakukan sembarangan, seperti halnya mengolah minyak dari hewan biasa.

Agar bisa diolah menjadi bahan obat berkhasiat menyembuhkan penyakit, diperlukan tata cara pembuatan / pengolahan obat secara Usada Bali.

Baca Juga: Pemkab Klungkung Siapkan Pelebaran Jalan ke Broken Beach – Angel Billabong, Pemilik Lahan Sepakat Tanpa Ganti Rugi

Dikatakan Sutana, untuk mengolah daging cukli menjadi obat penawar cetik, dalam pengobatan Usada Bali ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Diantaranya menentukan hari baik (wariga) memulai proses pembuatan minyak cukli agar nantinya berkhasiat sebagai obat.

Selanjutnya memperhatikan sarana prasarana yang diperlukan. Seperti penggunaan berbagai jenis kelapa.

Umumnya dalam Usada Bali terdapat berbagai jenis kelapa yang berkhasiat obat dan bisa dijadikan bahan campuran dalam pembuatan minyak seperti nyuh gadang, nyuh gading, nyuh mulung, nyuh udang, nyuh bulan, nyuh sudamala, nyuh rangda.

Berbagai jenis kelapa ini diolah terlebih dahulu menjadi minyak.

Setelah itu dicampurkan dengan daging cukli melalui proses pemanasan pada wajan agar senyawa yang terkandung pada daging cukli menyatu dengan minyak.

“Sampai pada proses ini, minyak cukli belum bisa digunakan,” imbuhnya.

Minyak cukli yang telah selesai diolah disimpan dalam botol kaca atau bisa juga dalam periuk tanah liat dan ditutup rapat selama 21-42 hari.

Semakin lama proses penyimpanan semakin baik, karena senyawa yang terkandung pada minyak kelapa akan bercampur maksimal dengan senyawa yang terkandung dalam daging cukli.

Baca Juga: Yayasan 10 Ribu Mimpi Gelar Open Donasi untuk Pemulangan Jenazah Kadek Melly, Biayanya Capai 190 Juta

Sebelum digunakan sebagai obat penawar cetik, hal yang perlu diperhatikan adalah proses nguripin atau pasupati pada minyak cukli.

Nguripin atau pasupati ini dilakukan dengan tujuan menghidupkan atau membangkitkan kekuatan obat yang telah kita buat, baik secara sekala maupun niskala.

“Proses nguripin dilakukan dengan menggunakan sarana canang sari atau pejati dan beberapa sarana tambahannya. Setelah minyak cukli selesai di uripin atau di pasupati, baru bisa digunakan sebagai obat penawar cetik,” paparnya.

Ada beberapa contoh penggunaan cukli sebagai penawar cetik. Sarana ini diyakini terbukti ampuh dalam berbagai pengobatan akibat terkena serangan cetik. Hal itu tertuang dalam Lontar Usada Cetik.

Gede Sutana menambahkan, dalam Lontar Usada Cetik disebutkan: Keni Cetik Medang Api, laranya ring puser angilut-ilut nanging nora barak netranya, bulu jering, sa, lengis cukil tulen, inum.

Terjemahan: Terkena Cetik Medang Api, penyakitnya di pusar, membelit-belit, tetapi matanya tidak tampak merah, bulu badan terasa berdiri. Sarana obatnya: minyak cukli asli, diminum.

Keni Cetik Reratusan, laranya, berag basing gede, nakanya masrawat rah, sa., lengis cukli, lengis lungsir, sane sampun meratus, tahap.

Baca Juga: Kisah Dua Anak Kandung yang Habisi Ayahnya Sendiri: Polisi Ungkap Kisah Pilu di Balik Aksi Brutal Itu

Terjemahan: Terkena Cetik Reratusan, badannya kurus serta perutnya membesar, kukunya bersirat darah. Sarana obatnya berupa: minyak cukli, minyak lungsir, dicampur lantas diminumkan kepada si sakit

Keni Cetik Ancar, laranya ngemedalang rah, sa., toyan bungkak, nyuh gading, asabab getah cemara, asabab cenana jenggi, lengis cukil tulen, lebok ring bungkak ika, tahap.

Terjemahan: Kena Cetik Ancar. Ciri-ciri penyakitnya mengeluarkan darah. Sarana obatnya berupa: air kelapa gading yang muda, basuhan air kayu cemara, basuhan air cendana jenggi, minyak cukli asli, di campur dengan air kelapa gading muda, lalu diminumkan kepada penderita.

Kena Cetik Buntek Gringsing, wisyanya, weteng embet, ngutah mising, sa, gedebong ne berek, yehnya carman juwet, mayeh toya wedang, lengis cukli, lengis lungsir, inum.

Terjemahan: Terkena Cetik Buntek Gringsing, ciri penyakitnya perut penderita kembung, muntah berak, sarana obatnya, pohon pisang yang busuk, kulit pohon juwet, diisi air panas, minyak cukli, minak lungsir, saring lalu diminum.

Baca Juga: Penemuan Mayat Perempuan Tanpa Busana Bikin Geger: Keluarga Korban Ungkap Fakta Ini

Keni Cetik Reratusan mawor kerikan Gangsa, tengeranya, mawetu cekehan, kukunya tan pebayu, ta., sa., don janggar ulam, asabab kayu manis tawa, gadung cina, cekuh, minyak cukli, juwuk, inum. Malih, sa., bungkak nyu gading, lunak tanek, kapkap, 7 bidang, kunyit telung iyis, tasik, pet bangketnya, aworakena ring toya bungkak, inum.

Terjemahannnya, Terkena Cetik Reratusan yang dicampur Kerikan Gangsa, ciri-cirinya batuk-batuk, kuku pucat tidak berdarah, sarana obatnya daun salam, basuhan kayu manis taa, gadung cina, kencur, minyak cukli, jeruk diminum.

Lagi obatnya, terbuat dari; kelapa gading yang muda, asam tanek dibuat dengan cara dikukus lantas dijemur, daun sirih yang tua 7 helai, kunir 3 ris, garam, ambil sari-sarinya, dicampur dengan air kelapa muda lalu diminum.

“Jadi cukli ini disebut dalam lontar Usada, ini menandakan kalau minyak cukli terbukti ampuh dalam pengobatan alternative. Meskipun di tengah kemajuan teknologi medis yang canggih, tetapi masyarakat masih kerap menggunakan usada minyak cukli sebagai obat,” tutupnya. (dik)

 

 

Editor : I Putu Mardika
#Gede Sutana #obat #usada bali #Cukli #wariga #minyak #cetik #Nyuh Gading