BALIEXPRESS.ID - Masih banyak generasi muda Hindu yang belum paham akan pendidikan karakter, sehingga perlu diadakan pemahaman dan pendekatan yang mampu diberikan untuk generasi muda Hindu akan arti pendidikan karakter. Hal ini menunjukkan lemahnya Sradha dan Bhakti generasi muda Hindu terhadap agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Penyuluh Agama Hindu, Aris Widodo, menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi, apa yang menyebabkan munculnya masalah tersebut lalu siapa yang bertanggung jawab dalam masalah ini. Kewajiban-kewajiban generasi muda Hindu menuntut ilmu baik di sekolah maupun di rumah serta di lingkungan sekitar kita.
“Kita sedikit banyak sudah mengetahui atau memahami pengertian tentang Brahmacari ( masa menuntut ilmu) yaitu saat generasi muda masih dalam jenjang menuntut ilmu pengetahuan. Pada masa menuntut ilmu kondisi mental masih sangat labil atau terombang-ambing oleh pengaruh yang muncul dari luar,” paparnya.
Keadaan jiwa dan mental masih labil sehingga perlu sentuhan yang baik dari berbagai pihak agar jiwa dan mentalnya bertambah baik. Serta belum memiliki sistem filterisasi yang baik terhadap pengaruh dari luar.
Semakin banyak pengaruh buruk dari luar yang diperoleh dari tempat bersosialisasi maka semakin buruk pula pembentukan pikiran dan implementasi dari pikiran generasi muda Hindu tersebut.
Peranan ilmu pengetahuan sangat luar biasa, hal ini seperti diuraikan dalam Bhagawadgita IV.35, yang berbunyi: Api ced asi papebhyah. Sarvebhyah papakrtamah. Sarvam jnana plavenaiva. Vrjinam santarishyasi.
Yang artinya, walau seandainya engkau paling berdosa di antara manusia yang memikul dosa, dengan perahu ilmu pengetahuan ini lautan dosa akan kau seberangi.
Dari sloka diatas dapat dipahami bahwa ilmu pengetahuan dalam kehidupan ini memiliki peranan yang sangat besar, sebagai pembentuk diri agar memiliki karakter baik.
“Dengan ilmu pengetahuan kita dapat kemana saja kita mau karena ilmu pengetahuan adalah sumber segalanya dalam hidup ini. Oleh karena itu ilmu pengetahuan akan menuntun kita ke jalan yang kita tempuh sesuai ajaran dharma,” pungkas Aris. *
Editor : Putu Agus Adegrantika