Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Air Suci Pura di Tengah Sawah: Bisa Diminum, Sembuhkan Sakit, Bahkan Datangkan Keturunan? Batu Ajaibnya Bikin Merinding!

I Putu Suyatra • Sabtu, 26 April 2025 | 03:57 WIB

Tempat suci Hindu Bali, Pura Pesiraman Beji Kauh menyimpan sejuta misteri dan keajaiban.
Tempat suci Hindu Bali, Pura Pesiraman Beji Kauh menyimpan sejuta misteri dan keajaiban.

BALIEXPRESS.ID – Tersembunyi di antara hijaunya sawah Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, tempat suci Hindu Bali, Pura Pesiraman Beji Kauh menyimpan sejuta misteri dan keajaiban.

Tak hanya airnya yang segar dan dipercaya layak minum, sumber mata air di pura ini juga diyakini memiliki tuah magis untuk menyembuhkan berbagai penyakit!

Pura yang tertata apik dan bersih ini selalu ramai dikunjungi warga yang ingin mandi atau sekadar mengambil air suci dari dua pancuran yang tak pernah berhenti mengalir, bahkan di musim kemarau panjang sekalipun.

Baca Juga: KRONOLOGI KECELAKAAN DI JALUR MAUT! Dump Truck Hantam Motor di Tikungan Maut, Pengendara Tewas Seketika!

Keindahan dan perawatan pura ini tak lepas dari dedikasi keluarga Ni Nyoman Lided, sang pemangku (pengurus pura) terdahulu.

Namun, di balik kesederhanaannya, Pura Pesiraman Beji Kauh menyimpan kisah yang tak masuk akal tentang asal-usulnya.

Menurut Jro Mangku Wayan Purwa, pemangku saat ini, dulunya di pura ini hanya ada satu buah batu.

Keajaiban terjadi ketika tiba-tiba batu tersebut bertambah menjadi tiga buah, dua di antaranya berukuran lebih kecil. Fenomena aneh ini membuat Jro Mangku Wayan Purwa dan keluarganya tercengang.

Baca Juga: Ngerebeg Wraspati Ngepik di Desa Adat Tegal Darmasaba, Ada Prosesi Nyetor Jinah Bolong, Berlangsung sejak Abad ke-14  

Petunjuk Gaib: Penghuni Misterius di Balik Batu Ajaib

Demi mengungkap misteri kemunculan batu ajaib tersebut, Jro Mangku Wayan Purwa memutuskan untuk mapinunas (meminta petunjuk) kepada lelangit (alam gaib) melalui seorang tokoh spiritual.

Jawaban yang didapat sungguh mencengangkan: batu-batu tersebut merupakan stana (tempat bersemayam) para pangiring (pengikut) dari Ida Batara Wisnu dan Dewi Gangga yang berstana di Palinggih Padma.

Jro Mangku Wayan Purwa dan ibunya mengakui keberadaan banyak pangiring ini, namun wujud dan nama mereka tetap menjadi misteri.

"Pokoknya ada banyak, saya pun kurang tahu juga ya," ungkap Jro Mangku Wayan Purwa.

Dari Ritual Kematian Hingga Mandi Pertama Bayi Baru Lahir

Keistimewaan Pura Pesiraman Beji Kauh tak hanya terletak pada airnya yang ajaib. Pura ini juga memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat.

Warga Desa Kekeran memanfaatkan pura ini sebagai tempat pensucian simbolik jenazah dalam prosesi Nyekah (upacara pemutusan hubungan roh dengan badan).

Simbol raga yang terbuat dari bunga disucikan di depan pura, sementara banten (persembahan) ditempatkan di dalam.

Baca Juga: Terlanjur Nganten Makedeng-kedengan Ngad? Ritual Penolak Bala Ini Jadi Harapan Terakhir!

Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan diikuti oleh empat banjar di desa tersebut.

Tak hanya untuk upacara kematian, Pura Pesiraman Beji Kauh juga menjadi tempat mandi pertama kali bagi orang yang Mawinten (upacara pembersihan diri secara niskala). Prosesi ini dilakukan setelah rangkaian upacara di pura lain selesai.

"Ya habis eteh-eteh di pura, baru mereka ke pura," tutur Ni Nyoman Lided.

Sembuh dari Sakit hingga Dikabulkan Permohonan Keturunan!

Sebagai Pura Pesiraman, pura yang piodalannya (hari raya pura) jatuh pada Purnama Kapat ini ramai dikunjungi umat untuk malukat (membersihkan diri) dan nunas tirta (memohon air suci) dengan harapan sembuh dari berbagai penyakit (nunas tamba).

Bahkan, banyak yang datang diam-diam untuk memohon kesembuhan secara langsung.

"Kami tahunya kalau ada banten pajati. Biasanya mereka bayar kaul (janji) sendiri tanpa memberi tahu kami. Akhirnya pajatinya ditaruh di atas pancuran saja," ujar Ni Nyoman Lided.

Baca Juga: Ilmu Gaib Palsu! Mahasiswi Tipu Orang Tua Teman Kuliah hingga Rp 1 Miliar, Janjikan Transfer Janin! Endingnya Bikin Melongo!

Kisah-kisah ajaib pun bermunculan dari mulut para pamedek (umat yang bersembahyang).

Ni Made Rai Manik Galih Sari, anak Jro Mangku Wayan Purwa, mendengar cerita tentang orang yang kakinya sakit dan sembuh setelah mandi di pancuran pura.

Umat yang datang pun tak hanya dari Desa Kekeran, tetapi juga dari desa-desa tetangga.

Lebih mencengangkan lagi, Jro Mangku Wayan Purwa tak menyangka bahwa ada beberapa pasangan yang berdoa agar segera dikaruniai anak dan akhirnya permohonan mereka terkabul.

"Saya tahunya ketika mereka membayar kaul, karena sudah berhasil memiliki keturunan," ucapnya. Ni Nyoman Lided menambahkan, "Ada beberapa umat yang kini sudah punya dua anak."

Air Ajaib Diburu Hingga Pakai Truk!

Keajaiban air di pancuran Pura Pesiraman Beji Kauh ternyata menarik minat banyak orang.

Bahkan, Jro Mangku Wayan Purwa mengaku pernah melihat truk datang untuk mengambil air dalam jumlah besar, dengan puluhan galon disiapkan.

"Saya tidak berani berpikir terlalu jauh untuk apa mereka mengambil sebegitu banyaknya," terangnya.

Baca Juga: Tabu Perkawinan bagi Umat Hindu Bali: Mengapa Silsilah Keluarga Bisa Jadi Penghalang Cinta Sejati? Ada Istilah Ngad yang Bikin Merinding!

Meskipun banyak orang memanfaatkan air suci ini, Jro Mangku Wayan Purwa dengan tulus menolak saran untuk memasang kotak donasi.

"Saya tolak untuk menaruh semacam itu, biarkan saja mereka mengambil air di sana," ujarnya.

Bahkan, kualitas air di pancuran ini konon lebih baik dari air mineral kemasan setelah diuji oleh seseorang.

Harapan Jro Mangku Wayan Purwa dan Ni Nyoman Lided sederhana: mohon agar kebersihan pura tetap dijaga. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#nunas tamba #keturunan #hindu bali #malukat #Pura Pesiraman Beji Kauh