Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Puncak Dharmasanti Nasional 2025, Umat Hindu Diajak Pererat Hubungan Sosial dan Lingkungan

Putu Agus Adegrantika • Senin, 28 April 2025 | 14:37 WIB

 

 

DHARMASANTI : Pelaksanaan Dharmasanti Nasional 2025.
DHARMASANTI : Pelaksanaan Dharmasanti Nasional 2025.

BALIEXPRESS.ID -  Puncak perayaan Dharmasanti Nasional Tahun 2025 berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Sabtu (26/4).

Perayaan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam kesempatan tersebut, Menag mengajak umat Hindu untuk mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin memperkenalkan konsep ekoteologi sebagai bentuk nyata hubungan harmonis antara manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan.

"Ekoteologi ini mestinya akrab dengan warga Hindu. Kami di Kementerian Agama kini memperluas konsep trilogi kerukunan, bukan hanya hubungan antarumat beragama, tetapi juga hubungan manusia dengan lingkungan dan Tuhan," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Agama.

Dalam kesempatan itu,Menag menekankan bahwa konsep ekoteologi sangat relevan dengan prinsip Tri Hita Karana yang menjadi falsafah hidup umat Hindu.

Yaitu menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Menurutnya, memperkuat nilai-nilai ekoteologi menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Spiritualitas tanpa kesadaran ekologis tidak akan mampu menopang pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan nilai ekoteologi menjadi salah satu dari delapan program prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama," terang Menag.

Acara Dharmasanti Nasional 2025 kali ini mengusung tema "Manawasewa, Madhawasewa: Mewujudkan Indonesia Emas 2045," yang menegaskan bahwa pengabdian kepada sesama manusia adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan. Menag Nasaruddin menilai tema tersebut sangat sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa Dharmasanti bukan hanya perayaan tahunan setelah Hari Raya Nyepi, tetapi juga merupakan momentum penting untuk rekonsiliasi sosial dan spiritual.

Ia membandingkan Dharmasanti dengan tradisi Halalbihalal dalam Islam, sebagai sarana untuk mempererat hubungan sosial dan memperkokoh semangat persaudaraan nasional.

"Dharmasanti ini bisa kita sepadankan dengan Halalbihalal, mempertemukan semua pihak untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial," imbuhnya.

Dalam Acara Dharmasanti Nasional 2025 dihadiri ribuan umat Hindu dari seluruh Indonesia dan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya dari Bali, Jawa, Sunda, Tamil, serta penampilan musisi kondang Balawan dan penyanyi Maydea.

Nuansa budaya yang kental semakin mempertegas kekayaan keberagaman nusantara dalam suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan harapannya agar semangat rekonsiliasi sosial dan penguatan nilai ekoteologi yang digaungkan dalam Dharmasanti Nasional dapat menjadi inspirasi dalam membangun bangsa yang harmonis, adil, dan lestari.

"Semangat ini harus kita rawat bersama agar Indonesia Emas 2045 bukan hanya cita-cita, tapi menjadi kenyataan yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya. *

 

Editor : Putu Agus Adegrantika