Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

JARANG DIKETAHUI! Bukan Hanya Obat! Tempat Suci Hindu Bali, Pura Tamba Waras di Lereng Batukaru Jadi 'Klinik' Jodoh dan Keturunan?

I Putu Suyatra • Selasa, 29 April 2025 | 02:54 WIB

Tersembunyi di selatan megahnya Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, berdiri tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Tamba Waras.
Tersembunyi di selatan megahnya Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, berdiri tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Tamba Waras.

BALIEXPRESS.ID - Tersembunyi di selatan megahnya Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, berdiri tempat suci Hindu Bali, Pura Luhur Tamba Waras.

Jika namanya identik dengan penyembuhan (tamba waras berarti obat sehat), ternyata pura ini menyimpan fungsi lain yang tak kalah populer di kalangan pemedek (umat Hindu yang bersembahyang): tempat "berburu" jodoh dan memohon keturunan!

Tokoh Pura Luhur Tamba Waras, I Nyoman Widana, dalam wawancara tahun 2016, mengungkapkan bahwa keyakinan ini telah mengakar kuat sejak lama.

Baca Juga: Rambut Suci Bhatara di Pura Luhur Besi Kalung: Pantangan Keras Memotong Pohon, Bagaimana Jika Melanggar?

Tak heran, selain dikenal sebagai destinasi utama untuk memohon kesembuhan berbagai penyakit, baik melalui obat minum maupun urut, pura yang berada di ketinggian 725 meter di atas permukaan laut ini juga menjadi "referensi" bagi mereka yang mendambakan pendamping hidup.

"Jadi selain untuk memohon obat, yang kalau digolongkan jadi dua jenis, obat minum dan obat urut, di pura ini juga menjadi lokasi untuk memohon jodoh," tuturnya, seolah membenarkan reputasi unik pura ini.

Lebih lanjut, Jero Mangku Gede Pura Tamba Waras, I Putu Wijaya Kusuma, pada kesempatan yang sama menambahkan adanya perkembangan menarik terkait fungsi penyembuhan di pura ini.

Baca Juga: Komisi III Rapat dengan Bapenda Badung, Bahas Evaluasi LKPJ Bupati 2024

Sekitar setahun sebelum wawancara (sekitar tahun 2015), menjelang pujawali yang jatuh pada Buda Umanis Perangbakat, muncul pawuwus (petunjuk spiritual) untuk membangun Beji Penglukatan Satpa Gangga.

Pembangunan ini diawali dengan ritual nyanjan atau bertanya kepada orang pintar (paranormal).

"Ketika itu Jero Dasaran kerauhan (trance) dan berjalan ke arah selatan pura untuk menentukan letak Beji Penglukatan Sapta Gangga itu. Hingga akhirnya ditentukan lokasi saat ini," ungkapnya, menceritakan proses penentuan lokasi beji (pemandian suci).

Di Beji Penglukatan Satpa Gangga ini, rencananya akan terdapat tujuh buah pancoran (air mancur) yang berjejer dari timur ke barat.

Masing-masing pancaran memiliki nama yang sarat makna penyembuhan dan kehidupan: Sanjiwani, Kamandalu, Kundalini, Pawitra, Maha Pawitra, Pasupati, dan Pengurip.

Sayangnya, saat wawancara dilakukan, ketujuh pancoran tersebut belum mengeluarkan air karena debit dari sumber mata air masih sangat kecil.

Namun, harapan besar tersemat ketika sumber air telah mengalir deras ke seluruh pancoran.

Nantinya, pemedek tidak hanya bisa memohon kesembuhan, tetapi juga melakukan melukat (ritual pembersihan diri) di Pura Tamba Waras.

Dengan reputasinya yang unik sebagai "klinik" spiritual untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kesehatan fisik hingga urusan asmara dan keturunan, Pura Luhur Tamba Waras terus menarik perhatian pemedek.

Misteri dan berkah yang diyakini tersimpan di pura ini semakin memperkaya khazanah spiritual Pulau Dewata. ***

Baca Juga: CBR250RR Double Winner, Astra Honda Borong 5 Podium di ARRC Buriram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#jodoh #nunas tamba #obat #keturunan #hindu bali #Pura Luhur Tamba Waras