Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Tamba Waras: Bukan Sekadar Tempat Suci Hindu Bali Biasa, Tapi 'Apotik Niskala' dengan Kisah Raja Sakit dan Jeruk Berapi!

I Putu Suyatra • Selasa, 29 April 2025 | 03:36 WIB

Pura Tamba Waras
Pura Tamba Waras

BALIEXPRESS.ID - Jika Anda mencari pura dengan nama yang unik dan sarat makna penyembuhan di Bali, Pura Tamba Waras jawabannya. Bahkan, karena keyakinan akan khasiat spiritualnya dalam mengobati berbagai penyakit, tempat suci Hindu Bali yang berlokasi di Banjar Sangketan, Desa Sangketan, Tabanan ini dijuluki "Apotik Niskala" oleh masyarakat.

Meskipun petunjuk jalan cukup membantu mencapai pura yang merupakan bagian dari Catur Angga Pura Luhur Batukaru ini, para pemedek (umat Hindu Bali yang bersembahyang) perlu mewaspadai kondisi jalan menuju Pura Tamba Waras yangSayangnya, kondisi jalan menuju Pura Tamba Waras dilaporkan kurang baik.

Namun, tujuan spiritual yang menanti di sana diyakini sebanding dengan perjuangan mencapai lokasi.

Baca Juga: Jurus Jitu Bupati Kembang Selamatkan Petani Jembrana dari Tengkulak! Dana Talangan KUD Jadi Senjata Rahasia?

Tokoh Pura Luhur Tamba Waras, I Nyoman Widana, dalam wawancara tahun 2016, mengungkapkan bahwa julukan "Apotik Niskala" bukan hanya karena banyaknya tanaman obat yang tumbuh di areal pura.

Lebih dari itu, sebutan ini erat kaitannya dengan legenda pembangunan pura dan asal-usul nama "Tamba" (obat) yang melekat padanya.

"Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti kapan Pura Tamba Waras ini dibangun pertama kali. Hanya menurut cerita turun-temurun, pura ini sudah dibangun sejak tahun 1200-an, pada masa kerajaan Tabanan," ungkap Widana, memulai kisahnya yang menarik.

Dikisahkan, raja yang memerintah Tabanan kala itu menderita sakit parah yang tak kunjung sembuh.

Berbagai upaya pengobatan dan bantuan dari orang sakti (dukun) telah dicoba, namun penyakit sang raja tetap tak teratasi.

Hingga suatu ketika, raja menerima pawuwus (petunjuk gaib) yang mengatakan bahwa obat yang dapat menyembuhkannya akan ditemukan di tempat di kaki Gunung Batukaru yang mengeluarkan kepulan asap menuju langit.

Baca Juga: Sosok Aura Cinta: Remaja Viral, Aktris Muda, Calon Filosof UI, dan Kontroversi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi! Siapa Dia?

Benar saja, suatu hari raja melihat kepulan asap membumbung dari kaki Gunung Batukaru.

Setelah diselidiki, sumber asap itu berasal dari sebuah area hutan yang dipenuhi berbagai jenis tanaman obat.

Tanaman-tanaman inilah yang kemudian diracik menjadi obat dan berhasil menyembuhkan sang raja.

"Maka sebagai wujud syukur dan terima kasih, raja itu memerintahkan prajuritnya untuk membangun sebuah pura di lokasi penemuan obat tersebut, dan kini pura itu dikenal sebagai Pura Tamba Waras. Tamba sendiri berarti obat," jelas Widana.

Hingga kini, Pura Tamba Waras telah menghasilkan lebih dari 40 jenis obat tradisional.

Pembuatan obat ini dilakukan di Bale Asep, sebuah bangunan khusus berbalut kain merah yang berfungsi sebagai dapur peracikan obat.

Salah satu obat unik yang pernah ditemukan adalah Tamba Juuk Linglang, yang terjadi secara tak terduga pada tahun 2005 saat Pura Tamba Waras menggelar Karya Ngeteg Linggih (upacara pemelaspasan).

"Ketika itu di Bale Gong pura, seorang serati banten (ahli upacara) secara kebetulan menemukan buah juuk (jeruk). Karena tidak tahu, serati banten itu kemudian membelah jeruk tersebut. Anehnya, jeruk itu malah mengeluarkan api!" cerita Widana, menambahkan unsur misteri dalam kisah ini.

Baca Juga: Bahas LKPJ Bupati Badung, Komisi IV Gelar Rapat Bersama Sejumlah OPD

Tak hanya itu, serati banten tersebut juga mengalami kerauhan (trance).

Setelah berkonsultasi dengan orang pintar, terungkap bahwa jeruk tersebut tidak boleh dimakan, melainkan harus digunakan sebagai obat di Pura Tamba Waras.

"Juuk Linglang itu akhirnya dicampur dengan buah, tumbuhan, dan minyak yang ditemukan di sekitar Pura Tamba Waras. Akhirnya menjadi obat yang saat itu diletakkan di Gedong Simpen (tempat penyimpanan)," terangnya.

Selain Tamba Juuk Linglang, Pura Tamba Waras juga memiliki Tamba Manik Sekecap, obat dari madu lebah yang bersarang di Gedong Simpen, serta Tamba Lungsir Pancawarna, yang terbuat dari lima buah Lungsir (sejenis buah) dengan lima warna berbeda yang ditemukan oleh Jero Mangku Pura Gunung Salak, Bogor, di dalam daksina (sesajen).

Keajaiban penyembuhan di Pura Tamba Waras tidak hanya terbatas pada obat-obatan racikan.

Baca Juga: JARANG DIKETAHUI! Bukan Hanya Obat! Tempat Suci Hindu Bali, Pura Tamba Waras di Lereng Batukaru Jadi 'Klinik' Jodoh dan Keturunan?

Di Beji Batu Coblong, para pemedek juga bisa memohon tamba khusus untuk kesembuhan penyakit mata.

Selain itu, terdapat Pelinggih Bawi yang menjadi tempat memohon tirta (air suci) untuk kesehatan ternak.

Dengan segala keunikan nama, legenda pembangunan, penemuan obat-obatan ajaib, dan keberadaan tanaman obat yang tumbuh secara alami di areal pura, tak heran jika Pura Tamba Waras menjelma menjadi "Apotik Niskala" yang dipercaya oleh banyak orang.

Bahkan, instansi kesehatan dan instansi terkait lainnya pun seringkali bersembahyang ke Pura Kahyangan Jagat ini, seolah mengakui kekuatan penyembuhan spiritual yang dimilikinya. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#pura luhur batukaru #apotek #Pura Tamba Waras #hindu bali #tamba