Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keajaiban Lembu Putih Taro di Bali: Bukan Daging, Kotoran dan Kencingnya Justru Diburu untuk Penyembuhan!

I Putu Suyatra • Rabu, 30 April 2025 | 03:28 WIB

Pura Nandini
Pura Nandini

BALIEXPRESS.ID – Sebuah misteri sekaligus keunikan menyelimuti Desa Pakraman Taro Kaja, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Di sana, bukan hanya diyakini sebagai duwe (milik) Pura Agung Gunung Raung yang disucikan, keberadaan Lembu Putih Taro justru menyimpan khasiat pengobatan yang tak lazim!

Alih-alih daging atau bagian tubuhnya, masyarakat setempat dan bahkan dari luar Bali percaya bahwa kotoran, air kencing, hingga keringat lembu istimewa ini memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa.

Pengakuan ini bukan isapan jempol belaka. Tokoh Adat Desa Pakraman Taro Kaja, I Made Wisersa, dalam wawancara pada tahun 2016 silam mengungkapkan bahwa kepercayaan akan khasiat "cairan" Lembu Putih ini telah berakar sejak lama.

Baca Juga: AMOR ING ACINTYA! Pensiunan Ditemukan Tak Bernyawa Tepat di Depan Rumah, Terpeleset Atau...?

Fenomena ini bahkan menarik perhatian masyarakat dari berbagai penjuru yang berbondong-bondong datang untuk nunas tamba (memohon obat).

"Untuk nunas tamba ini kaitannya dengan Pura Nandini yang berada di sebelah kandang Lembu Putih. Jadi, sebelum mengambil kotoran, kencing, atau keringat lembu, masyarakat terlebih dahulu memohon di Pura Nandini," jelas I Made Wisersa.

Di pura yang sakral tersebut, para pemohon tak jarang menyampaikan kaul atau sesangi (janji).

"Yang datang itu beragam kondisinya, ada yang lumpuh, ada juga keluhan penyakit lainnya. Bahkan, ada juga yang sudah lama berobat ke dokter namun belum mendapatkan kesembuhan," imbuhnya, menyiratkan harapan besar yang ditumpukan pada Lembu Putih ini.

Baca Juga: Sosok Krisna Purpa: Dari Ubud Mengguncang Bali! Kisah Vokalis Bertato yang Tak Lekang Dimakan Waktu

Tak hanya untuk penyembuhan, Lembu Putih Taro juga memiliki peran penting dalam upacara adat.

Made Madriana menambahkan bahwa permintaan "peminjaman" Lembu Putih sebagai sarana upacara tidak hanya datang dari masyarakat Bali, tetapi juga dari luar pulau, seperti umat Hindu di Lombok.

Mengenai frekuensi "peminjaman" Lembu Putih untuk upacara di luar desa, Made Madriana mengakui bahwa hal tersebut tidak menentu, sangat bergantung pada dewasa ayu (hari baik).

Baca Juga: Takut 'Byar Pet', PLN Pastikan Keandalan Listrik Selama Festival Semarapura VII 2025

Namun, pernah tercatat hingga tiga ekor Lembu Putih keluar kandang untuk memeriahkan prosesi upacara di luar Desa Pakraman Taro.

Kisah unik dan penuh misteri tentang khasiat tak lazim dari Lembu Putih Taro ini tentu mengundang rasa penasaran.

Bagaimana mungkin kotoran dan kencing hewan justru diyakini memiliki kekuatan penyembuhan?

Apakah ini sekadar kepercayaan turun-temurun ataukah ada fenomena spiritual yang melatarbelakanginya?

Yang pasti, keberadaan Lembu Putih Taro bukan hanya menjadi penjaga kesucian Pura Agung Gunung Raung, tetapi juga menyimpan cerita menarik tentang tradisi, kepercayaan, dan harapan akan kesembuhan di Pulau Dewata. ***

Baca Juga: Ulah Pati: Kematian yang Diinginkan atau Takdir? Ini Pandangan Hindu soal Bundir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#taro #lembu putih #bali #Kabupaten Gianyar #Pura Nandini