Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita di Balik Tempat Suci Hindu Bali di Sibang Gede: Bukan Sekadar Tempat Malukat! Ada Tradisi Aneh yang Bikin Penasaran!

I Putu Suyatra • Sabtu, 10 Mei 2025 | 16:39 WIB

Pura Taman Beji Panti di Sibang Gede, Abiansemal, Kabupaten Badung
Pura Taman Beji Panti di Sibang Gede, Abiansemal, Kabupaten Badung

BALIEXPRESS.ID - Di balik rimbunnya pepohonan dekat aliran suci Tukad Ayung, tersembunyi sebuah tempat suci Hindu Bali, unik yang menyimpan segudang misteri dan tradisi tak biasa.

Pura Taman Beji Panti di Sibang Gede, Abiansemal, Kabupaten Badung, bukan hanya sekadar tempat untuk "malukat" (ritual pembersihan diri), tapi juga menyimpan praktik "Nunas Sari" yang wajib bagi warga setempat dan ritual khusus untuk anak-anak di bawah 15 tahun!

Sensasi mistis langsung terasa saat Anda mencoba memasuki pura ini.

Baca Juga: Pelabuhan Benoa Ricuh! Keributan Antar Kelompok Pendatang Viral Hingga Buat Warganet Geram

Bayangkan, untuk bisa bersembahyang, Anda harus menyelusuri goa sempit dengan lebar tak lebih dari setengah meter!

Setelah melewati "pintu" alam ini, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan hati-hati di antara dua kolam dengan pancuran air deras dalam remang cahaya.

Suara air yang mendominasi menciptakan suasana hening sekaligus mencekam.

Sekitar 10 meter menyusuri kegelapan goa, barulah sebuah palinggih dengan canang terlihat, menjadi satu-satunya "teman" dalam khusyuknya persembahyangan.

Mangku I Wayan Sutarka, sesepuh Pura Taman Beji Panti, mengaku misteri keberadaan pura ini sudah ada sejak lama.

"Saya tanya sama orang tua, jawabannya hanya 'sudah ada'. Tidak ada cerita pasti bagaimana pura dengan sumber air di dalam goa gelap ini berdiri," ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Baca Juga: Terungkap! Penyebab Ritual Hindu Bali Terasa 'Mahal': Bukan Hanya Soal Banten Mewah!

Meski tanpa catatan sejarah yang jelas, pura yang beralamat di Jalan Taman Beji ini menyimpan keistimewaan yang membuat banyak orang penasaran.

Selain menjadi jujugan untuk malukat, konon atas petunjuk "orang pintar" (usadha), banyak yang datang mencari kesembuhan di tempat ini.

Namun, Mangku Sutarka mewanti-wanti, tidak sembarang orang boleh masuk untuk malukat, karena Taman Beji dianggap "tenget" (angker).

Terutama bagi pendatang baru, wajib hukumnya untuk menemui pemangku terlebih dahulu.

Proses malukat pun tak kalah unik. Sebelum memasuki area goa, pamedek (umat yang bersembahyang) harus mandi terlebih dahulu di tempat pemandian umum yang dialiri langsung dari sumber mata air pura.

Setelah bersih secara fisik, barulah mereka sembahyang dan memohon tirta (air suci) untuk malukat atau sekadar "masirat" (diperciki).

Namun, keunikan Pura Taman Beji Panti tak berhenti di situ! Pura ini ternyata memiliki fungsi ganda sebagai Pura Beji dari Pura Kahyangan Tiga di Sibang Gede.

Baca Juga: Malam Puncak HUT Bangli Dimeriahkan Made Gunawan dan Yan Srikandi, Ini Bocoran Artis Nasional untuk Penutupan

Dan yang lebih menarik, setiap Umanis Galungan, seluruh warga Sibang Gede wajib datang untuk "Nunas Sari" - sebuah tradisi unik di mana mereka membawa canang sari untuk memohon tirta.

Tirta ini kemudian digunakan untuk membersihkan diri dan "melanjutkan" perayaan kemenangan dharma di rumah masing-masing.

Bahkan, banten Galungan sehari sebelumnya pantang diturunkan sebelum diperciki tirta dari pura ini!

Tak hanya itu, tirta dari Pura Taman Beji Panti juga memiliki fungsi khusus dalam ritual otonan (ulang tahun) anak-anak yang belum berusia 15 tahun.

Mereka akan "natab banten" (menghaturkan persembahan) sebelum diizinkan keluar rumah pada hari tersebut.

Baca Juga: Tak Biasa, Ketua DPRD Bangli Dorong Pemkab Percepat Perubahan APBD 2025 pada Juni

Kepercayaan leluhur menyebutkan bahwa pada Umanis Galungan, para dewa turun untuk melihat umatnya, sehingga anak-anak yang masih dianggap suci dibuatkan banten khusus untuk ritual ini.

Keangkeran pura ini pun diperkuat dengan kepercayaan adanya "duwe" (penjaga gaib) berupa ular dan naga, serta penghuni niskala yang konon bisa dilihat oleh para tetua zaman dahulu.

Pesan leluhur pun jelas: jangan berbuat aneh di kawasan pura!

Ajaibnya, sumber air (kelebutan) di dalam goa ini tak pernah surut, bahkan kini dimanfaatkan sebagai sumber air minum bagi ratusan kepala keluarga di Sibang Gede.

Dengan segala keunikan dan misterinya, Pura Taman Beji Panti yang menjadi stana Dewa Wisnu ini terus menjaga tradisi luhur yang diwariskan secara turun-temurun. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Kabupaten Badung #Pura Taman Beji Panti #hindu bali #malukat