Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Mistis Pura Penjaga Bali: Satu Palinggih, Kekuatan Gaib Tak Terduga! Berani Abaikan, Siap-Siap Merinding!

I Putu Suyatra • Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:00 WIB

Pura Ratu Biyang Batan Bekul
Pura Ratu Biyang Batan Bekul

BALIEXPRESS.ID - Di balik ketenangan Desa Sibang Gede, Abiansemal, Kabupaten Badung terselip sebuah tempat suci Hindu Bali yang dipercaya memiliki kekuatan magis sebagai penjaga wilayah.

Pura Ratu Biyang Batan Bekul, dengan hanya satu palinggih (bangunan suci), menyimpan segudang cerita misteri, terutama bagi mereka yang meremehkan keberadaannya.

Berlokasi di utara Pura Dalem Srijati, Pura Ratu Biyang Batan Bekul diyakini sebagai "prekangge" (penjaga) utama area Pura Dalem Srijati, bersama dengan Pura Jero Gede.

Baca Juga: Kasus Perundungan Siswa SMP di Bali Viral, AWK: Si Pembully Harus Dihukum!

Namun, sejarah pasti berdirinya pura ini masih menjadi teka-teki.

Jro Mangku Sutarka, pemangku pura ini, mengaku tak mendapat penjelasan detail dari para leluhurnya.

"Jadi, saya tidak bisa memastikan bagaimana asal muasal berdirinya pura ini," ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Nama unik pura ini ternyata berasal dari pohon bekul yang dulunya tumbuh di dekatnya.

Diyakini, Ratu Biyang bersemayam di palinggih tersebut.

Baca Juga: Cara Makan yang Benar Menurut Hindu Bali: Pantangan dan Arti Sebenarnya Ngleklek hingga Ngamah Menurut Lontar Tutur Lebur Gangsa

"Tetua dahulu agar lebih mudah memberi nama pura, maka diberi nama Pura Ratu Biyang Batan Bekul. Jadi gampang mengingatnya. Nah, sekarang tidak ada pohon bekulnya karena dipotong oleh leluhur dahulu," jelas Jro Mangku Sutarka.

Anehnya, pemotongan pohon tersebut tidak disertai dengan pemindahan "penghuni" pohon ke palinggih, dan alasan pemotongannya pun tak diketahui.

Meski hanya memiliki satu palinggih, pura ini menyimpan keistimewaan berupa pretima (arca) wanita yang terbuat dari batu paras.

Ajaibnya, meski batu paras dikenal mudah tererosi, kondisi pretima Ratu Biyang ini sama sekali tidak mengalami perubahan sejak dipercaya ada bersamaan dengan berdirinya pura.

Jro Mangku Sutarka bahkan menunjukkan langsung kondisi pretima yang sempat dicat ulang untuk menjaga penampilannya.

Sebagai "prekangge" Pura Dalem Srijati, Pura Ratu Biyang diyakini membuat wilayah sekitarnya cukup "tenget" (angker), terutama bagi pendatang baru.

Jro Mangku Sutarka berbagi pengalaman misterius yang dialami seorang guru dari Tabanan yang tinggal di mess dekat pura sekitar tahun 1982.

"Dahulu ada sekolah Inpres di dekat pura. Nah waktu itu dibuat juga mess bagi guru yang berasal dari luar desa. Mereka inilah yang mengalami kejadian misterius," ujarnya. Sang guru dan keluarganya yang baru tinggal di sana tidak menyadari keangkeran pura yang piodalanya jatuh pada Tumpek Wayang ini.

Baca Juga: Ibunda Ungkap Anak SMP di Denpasar Alami Kekerasan: Seragam Robek, Bibir Berdarah

Suatu ketika, mereka mendatangi Jro Mangku Sutarka dengan cerita diganggu oleh sosok berukuran besar dan makhluk tak kasat mata di mess mereka.

Sang pemangku yang tak pernah mengalami kejadian serupa di pura merasa bingung.

"Maka saya tanyakan kepada mereka, apakah sudah sembahyang matur piuning (memberitahu) ke Pura Ratu Biyang Batan Bekul kalau mau tinggal di mess, juga mabanten rarapan (persembahan kecil). Mereka jawab belum. Jadi saya pun bersama mereka matur piuning ke pura," bebernya.

Setelah persembahyangan, gangguan itu sempat berhenti. Namun, karena kelalaian, para guru itu kembali didatangi "wong samar" (makhluk halus) yang menggedor-gedor pintu mess.

Setelah ditelusuri melalui "nunas ica" (meminta petunjuk), ternyata mereka lupa melakukan persembahan harian (mabanten rarapan dan banten saiban).

Setelah kembali rutin melakukan persembahan, gangguan pun lenyap.

Baca Juga: Cerita di Balik Tempat Suci Hindu Bali di Sibang Gede: Bukan Sekadar Tempat Malukat! Ada Tradisi Aneh yang Bikin Penasaran!

Jro Mangku Sutarka juga mengingatkan tentang adanya "duwe" (penjaga gaib) berupa ular di sekitar pura.

Selain cerita misterius, di area pura juga terdapat batu unik berbentuk lesung dengan dua lubang yang selalu dihaturkan canang oleh warga.

Jro Mangku Sutarka tidak mengetahui siapa yang bersemayam di batu tersebut, namun ia meyakini batu itu bukan batu biasa.

Buktinya, seorang buruh non-Hindu yang tidak sengaja duduk di atasnya tiba-tiba jatuh dari tangga saat membangun wantilan (bangunan bale).

Buruh tersebut mengaku melihat tangga yang dinaikinya bergoyang sendiri.

Setelah Jro Mangku Sutarka memohon maaf kepada "penghuni" batu, kejadian aneh itu tidak terulang lagi. ***

Baca Juga: Pelabuhan Benoa Ricuh! Keributan Antar Kelompok Pendatang Viral Hingga Buat Warganet Geram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Kabupaten Badung #hindu bali #Pura Ratu Biyang Batan Bekul #sibang gede #abiansemal #gaib