BALIEXPRESS.ID - Percaya atau tidak, sebuah fenomena ganjil menyelimuti Palinggih Agung Pura Luhur Besikalung di Kabupaten Tabanan, Bali. Lingga yang menjadi ikon tempat suci Hindu Bali, ini diyakini bukan sekadar simbol sakral Siwa, melainkan juga penanda datangnya peristiwa besar!
Kepercayaan ini bukan isapan jempol belaka, menurut para pengempon pura, fenomena aneh ini telah berulang kali terjadi.
Jro Mangku Nengah Maryana (dalam wawancara tahun 2016) mengungkapkan keheranannya mengenai perubahan posisi lingga yang semula tegak tiba-tiba menjadi miring.
"Itu tidak bisa dijelaskan secara logika," ujarnya. Namun, yang membuatnya yakin adalah bukti yang telah terjadi.
Menurut kepercayaan panyungsung dan kesaksian krama serta pamangku pura, momen paling membekas adalah ketika terjadi peristiwa besar terkait pergantian pimpinan negara atau keamanan nasional.
Ajaibnya, lingga tersebut seketika berubah posisi menjadi miring.
"Beberapa di antaranya adalah zaman revolusi fisik tahun 1965, peristiwa G30S 1965, maupun pergantian pemerintahan dari orde baru ke reformasi tahun 1998," ungkapnya.
Baca Juga: Mendung Tak Halangi Langkah Tegas Kang Dedi Mulyadi: Pemuda 'Nakal' Jabar Masuk Barak Militer!
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun lingga tersebut tertanam dalam dan yoninya diperkirakan berada di kedalaman tertentu, posisinya bisa saja berubah.
"Jika ada ciri-ciri seperti itu, maka menurutnya krama mengadakan upacara pamayuh atau paneduh jagat," jelasnya.
Upacara ini bertujuan memohon keselamatan dan kedamaian, atau setidaknya meminimalisir dampak peristiwa yang akan datang.
Sungguh mencengangkan, ketika keadaan kembali normal, lingga tersebut akan kembali tegak seperti semula.
Keunikan Lain: Tanpa Pandita Saat Pujawali!
Selain misteri lingga miring, Pura Besikalung juga menyimpan keunikan lain.
Saat piodalan atau pujawali (upacara hari jadi pura), ritual ini tidak dipimpin oleh seorang pandita atau sulinggih.
"Pernah menggunakan pandita tiba-tiba ada angin besar berputar-putar yang mengakibatkan salah satu pohon besar tumbang menimpa bangunan pura," tuturnya.
Namun, untuk upacara besar lainnya seperti ngenteg linggih, menurutnya tidak ada masalah jika dipimpin oleh pandita.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil agar Tetap Sehat dan Bugar hingga Persalinan
Fenomena langka ini tentu mengundang tanya. Benarkah lingga di Pura Besikalung memiliki keterkaitan mistis dengan peristiwa besar?
Bagaimana mungkin sebuah benda mati dapat memberikan pertanda? Misteri ini terus hidup dalam kepercayaan masyarakat Bali, menambah daya tarik spiritual dan keunikan Pura Luhur Besikalung. ***
Editor : I Putu Suyatra