Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cerita di Balik Tempat Suci Hindu Bali, Napas Magis Seni di Pura Gede Dalem Intaran: Dari Pohon Ajaib Hingga Penampakan Rencang Cilik!

I Putu Suyatra • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:21 WIB

Tempat suci Hindu Bali, Pura Gede Dalem Intaran di Mengwi, Kabupaten Badung
Tempat suci Hindu Bali, Pura Gede Dalem Intaran di Mengwi, Kabupaten Badung

BALIEXPRESS.ID - Percaya atau tidak, tempat suci Hindu Bali, Pura Gede Dalem Intaran di Mengwi, Kabupaten Badung, dipercaya sebagai "bengkel" taksu (aura) seni!

Konon, para seniman berbondong-bondong ke pura ini untuk memohon kelancaran dan daya tarik dalam setiap pertunjukan.

Namun, di balik aura seninya yang kuat, tersimpan sejumlah kisah magis yang siap membuat bulu kuduk berdiri sekaligus penasaran!

Baca Juga: Fakta Baru Penganiayaan Siswi SMP di Denpasar Terungkap!

Diapit ukiran kuno pada kori agung dan palinggih, Pura Gede Dalem Intaran berdiri kokoh sebagai saksi bisu sejarah Desa Tumbak Bayuh.

Jro Mangku I Wayan Sudiana menuturkan, pura yang diyakini berusia ratusan tahun ini konon didirikan oleh Dang Hyang Dwijendra saat melakukan perjalanan suci ke Bali.

Sebuah pohon intaran istimewa di utamaning mandala (area utama pura) menjadi penanda dan asal-usul nama "Intaran" bagi pura ini.

"Beliau katanya melihat pohon intaran yang tumbuh di pura istimewa. Ada yang bilang daunnya berbeda dari pohon intaran yang lain," ungkap Jro Mangku Sudiana.

Gedong Taksu Pregina: Jejak Pohon Ajaib dan Tempat Lahirnya Aura Seni

Pura yang diempon oleh 273 Kepala Keluarga (KK) ini menjadi destinasi utama bagi mereka yang mendambakan taksu seni.

Baca Juga: Kontroversi VAR Hantui Kekalahan Telak Bali United di Markas Persija!

Para penari dan penabuh gamelan sering nunas (memohon) di Palinggih Gedong Taksu Pregina, yang dipercaya berdiri tepat di bekas pohon intaran ajaib.

Harapannya? Agar lebih cepat mahir dan memiliki kepercayaan diri saat tampil di atas panggung.

Keajaiban lain terjadi pada tahun 1960-an. Pohon intaran yang telah lapuk tumbang, namun anehnya, tak satu pun palinggih atau area pura mengalami kerusakan!

Para pemedek (umat yang datang) biasanya membawa pajati (persembahan) ke Palinggih Taksu dan berjanji (kaul) akan memberikan persembahan jika permohonan mereka terkabul.

Tari Baris Dadap: Prajurit Cilik Penjaga Kesucian Pura

Pura yang piodalannya (hari jadinya) jatuh pada Buda Umanis Prangbakat ini memiliki tarian khas yang wajib ditarikan, yaitu Tari Baris Dadap.

Baca Juga: Misteri Lingga Miring Pura Luhur Besikalung di Bali: Benarkah Penanda Peristiwa Dahsyat?

Tarian yang melambangkan prajurit penjaga Ida Batara (manifestasi Tuhan) ini unik karena hanya ditarikan oleh anak-anak berusia 9 hingga 14 tahun.

Lebih dari usia itu, mereka tak lagi diperkenankan menari. Kostumnya hampir sama dengan tari baris lainnya, namun dengan tambahan keris terselip di punggung penari.

Delapan anak dari masing-masing Banjar Klepekan dan Tiying Tutul secara bergilir menjadi penari Baris Dadap di pura.

Tarian ini mengiringi prosesi patirtan (pengambilan air suci) ke beji (sumber air suci), dengan empat penari di barisan depan mengawal pretima (arca suci) berupa singa dan kuda putih yang ditunggangi dua sosok wanita.

Baca Juga: Kisah Tragis di Rooftop Sekolah: Siswa SMP Tewas Tersetrum Usai Lompati Pagar: Akses Ilegal Jadi Sorotan!

Saat piodalan, delapan penari akan memeriahkan jaba sisi (halaman luar) pura.

Menariknya, tarian ini juga sering dipentaskan di rumah warga sebagai wujud pembayaran kaul ketika sembuh dari sakit atau setelah upacara tiga bulanan bayi.

Untuk kaul, hanya empat penari yang tampil di rumah atau depan rumah si pembuat janji.

Penampakan Rencang Cilik dan Taman Misterius Para Kuda Gaib!

Sisi niskala (alam tak terlihat) Pura Gede Dalem Intaran juga tak kalah menarik.

Di sana berdiri Gedong Rencang Ida Batara, yang diyakini sebagai tempat bersemayam para penjaga gaib pura. Anehnya, sosok-sosok ini konon hanya bisa dilihat oleh anak kecil.

Jro Mangku Sudiana mengungkapkan, anak-anak yang bermain di area pura seringkali menangis karena kemungkinan melihat para rencang tersebut.

Sebagai penawarnya, soda dan tipat (jenis persembahan) dihaturkan di Bale Sambyangan.

Di sebelah jaba sisi pura terbentang sebuah taman memanjang yang menyimpan misteri tersendiri.

Taman berupa kolam air ini dipercaya sebagai tempat "duwe" (milik) pura berupa kuda-kuda gaib berada.

Baca Juga: Mendung Tak Halangi Langkah Tegas Kang Dedi Mulyadi: Pemuda 'Nakal' Jabar Masuk Barak Militer!

Warga sekitar bahkan tidak berani membangun tembok yang menghalangi taman tersebut, meskipun rumah mereka berada persis di seberang pura.

"Dipercaya duwe jaran itu lari-lari di taman. Agar tidak menghalangi jalannya, maka tidak dibuat tembok yang menghalangi duwe pura melintas," terang Jro Mangku Sudiana. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Kabupaten Badung #mengwi #hindu bali #seni #Pura Gede Dalem Intaran #taksu