Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Air Suci di Balik Gua Pura Taman Beji Magendra: Tuah Khusus yang Tersembunyi?

I Putu Suyatra • Senin, 2 Juni 2025 | 14:12 WIB

Tempat suci Hindu Bali, Pura Taman Beji Magendra di Sibang Gede, Kabupaten Badung, menawarkan ketenangan sekaligus misteri.
Tempat suci Hindu Bali, Pura Taman Beji Magendra di Sibang Gede, Kabupaten Badung, menawarkan ketenangan sekaligus misteri.

BALIEXPRESS.ID – Tersembunyi di balik asrinya pepohonan dan gemericik air dari sungai kecil, tempat suci Hindu Bali, Pura Taman Beji Magendra di Sibang Gede, Kabupaten Badung, menawarkan ketenangan sekaligus misteri.

Pura yang dulunya bernama Megendre ini, kini menjadi tujuan bagi mereka yang mencari kesucian, khususnya setelah menjalani ritual pembersihan.

Namun, tahukah Anda, ada rahasia di balik air sucinya yang dipercaya memiliki tuah khusus?

Jejak Sejarah dan Asal-usul Air Suci yang Belum Terungkap

Pura Taman Beji Magendra, yang terletak di seberang kali dan dikelilingi suasana syahdu, menyimpan kisah panjang.

Baca Juga: Geram! Gubernur Koster Bentuk Tim Khusus Usut Usaha Asing yang Kepung UMKM Lokal di Bali

Menurut Pemangku Pura, Jro Mangku I Wayan Sutarka, keberadaan pura ini erat kaitannya dengan Pura Dalem Srijati.

Konon, setelah pembangunan Pura Dalem Srijati, warga mencari sumber mata air suci untuk keperluan piodalan.

Pencarian ini berujung pada penemuan air yang mengalir dari dalam sebuah gua.

"Sejak itu mulai dibangun palinggih di sana dan dijadikan Pura Beji khusus Pura Dalem Srijati," ujar Jro Mangku Sutarka.

Namun, hingga kini, asal-usul pasti dari sumber mata air di dalam gua tersebut masih menjadi misteri.

Baca Juga: Terhimpit Ekonomi, Petani di Tabanan Nekat Curi Motor Tetangga dan Langsung Digadaikan!

Jro Mangku Sutarka sendiri pernah menjelajah gua itu dan menemukan ruang kosong sepanjang 10 meter dengan dinding yang rapuh.

Perubahan Nama dan Makna "Magendra": Genah Tirta

Awalnya, pura ini dikenal dengan nama Megendre. Namun, setelah kunjungan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung pada tahun 2005, namanya diubah menjadi Magendra.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Jro Mangku Sutarka menjelaskan, "PHDI memberitahu bahwa Magendra yang benar nama dan penulisannya. Karena arti Magendra adalah genah tirta (tempat air suci)."

Sejak saat itu, penulisan dan pemahaman akan nama pura ini pun berubah.

Tuah "Nganyarin" dan Kepercayaan Lokal yang Mendalam

Keunikan lain dari Pura Taman Beji Magendra terletak pada airnya yang dipercaya memiliki khasiat khusus.

Jro Mangku Sutarka mengungkapkan bahwa pura ini menjadi tempat favorit untuk "nganyarin" atau mandi pertama kali setelah menjalani ritual "mawinten" (pembersihan lahir batin).

"Dari luar Sibang banyak umat yang datang. Katanya memang bagus bagi orang yang setelah mawinten, nganyarin (mandi perdana) usai disucikan," ungkapnya. Tradisi ini semakin meluas dan dikenal banyak orang.

Baca Juga: Mengenal Sanggah Kemulan dari Bambu hingga 11 Rong di Pedawa: Tradisi Hindu Bali yang Lestari hingga Kini

Meskipun Jro Mangku Sutarka tidak secara terbuka menyatakan pura ini sebagai tempat untuk "matamba" (mencari obat), ia percaya bahwa air suci di sana memiliki khasiat khusus.

"Saya percaya kalau air suci di Pura Taman Beji Magendra pasti ada khasiat khusus, namun karena tidak ada waris dari leluhur untuk nunas tamba, maka tidak pernah secara terbuka mengatakan untuk matamba ke sini," jelasnya.

Aura Sakral dan Penjaga Gaib di Pura Beji Magendra

Berlokasi dekat dengan Sungai Ayung dan dihiasi air terjun kecil, pura ini memiliki kesan angker yang kuat.

Jro Mangku Sutarka pernah mendengar cerita tentang keberadaan makhluk halus yang dipercaya sebagai "pangayah" (abdi) di pura tersebut.

Selain itu, konon ada juga "duwe" (makhluk gaib) berupa empas atau penyu yang diyakini sebagai penjaga pura.

Baca Juga: Bang-Ipat Salurkan Program Bedah Warung Harmoni di Desa Pengambengan

Sebagai bentuk penghormatan, patung penyu pun didirikan di jaba pura.

Ke depannya, ada rencana untuk menata kawasan pura agar lebih menarik, termasuk memperindah dinding bukit dan air terjun.

Palinggih Meru Tumpang Dua, sebagai stana Dewa Wisnu, berdiri kokoh di tengah keasrian pura ini.

Pura Taman Beji Magendra bukan sekadar tempat ibadah, melainkan sebuah simfoni alam dan spiritualitas yang memikat.

Dengan misteri sumber airnya, tuah "nganyarin" yang diyakini, serta aura sakral yang kuat, pura ini mengundang rasa penasaran untuk diselami lebih dalam. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Kabupaten Badung #Pura Dalem Srijati #hindu bali #tamba #sibang gede #phdi #Pura Taman Beji Magendra