Keunikan dan Kode Rahasia di Pura Taman Beji Sibang Kaja: Bukan Wisnu, Justru Ganesha Sakral Jadi Pusat!
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Juni 2025 | 13:16 WIB
Pura Taman Beji di Banjar Tengah, Desa Sibang Kaja, Abiansemal, Kabupaten Badung.
BALIEXPRESS.ID – Pura Taman Beji umumnya identik dengan pemujaan Batara Wisnu atau Dewi Gangga. Namun, ada satu pura unik yang mematahkan tradisi ini: Pura Taman Beji di Banjar Tengah, Desa Sibang Kaja, Abiansemal, Kabupaten Badung.
Di sinilah keunikan itu bersemayam, karena palinggih utama mereka adalah Ganesha, sang dewa berkepala gajah!
Bagaimana bisa Ganesha menjadi pilihan, dan misteri apa yang tersembunyi di baliknya?
Patung Ganesha Bertuah: Kisah Penemuan dan Kekuatan Niskala
Patung Ganesha yang kini diselimuti lumut tebal di Pura Taman Beji Sibang Kaja bukan sekadar arca biasa.
Menurut Jro Mangku I Wayan Wija, pemangku pura, arca ini adalah cikal bakal pura itu sendiri. Konon, dahulu kala, sebuah batu ditemukan di Sungai Ayung.
Batu tersebut, saat dilihat, berbentuk Ganesha. Dianggap sakral, warga berupaya mengangkatnya, namun selalu gagal akibat gangguan tak terduga.
Jalan niskala pun ditempuh. Hasilnya? Hanya orang yang direstui Ida Batara yang mampu mengangkat arca tersebut, dan orang itu pulalah yang harus menjadi pemangku di Pura Taman Beji.
"Mulailah orang mencoba, hingga leluhur saya yang akhirnya bisa mengangkatnya. Sehingga leluhur saya menjadi pemangku. Begitu cerita yang saya dengar dari tetua dahulu," papar Jro Mangku Wija kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Bahkan, saat pemugaran pun, arca Ganesha yang seharusnya bisa diangkat 3-5 orang, tetap tak bergeming, hingga harus ditarik dengan tali dan alat khusus!
Kode Rahasia dan Lumut Obat: Keunikan yang Tak Terungkap
Di bagian bawah palinggih Arca Ganesha, terdapat kode misterius yang hingga kini belum terpecahkan maknanya.
"Coba dilihat, ini ada semacam kode saya rasa, kalau ukiran rasanya tidak seperti ini," terang Jro Mangku Wija sambil menunjuk lekukan aneh pada batu tersebut.
Tak hanya itu, lumut yang menyelimuti Arca Ganesha rupanya sengaja tidak dibersihkan.
Mengapa? Karena lumut ini dipercaya sebagai tamba (obat)!
Banyak pamedek yang datang memohon lumut tersebut sebagai boreh (lulur) setelah mendapatkan petunjuk dari orang pintar.
Sebuah praktik unik yang menggabungkan kepercayaan spiritual dan pengobatan tradisional.
Pura Multiguna: Dari Kesejahteraan Petani hingga Lokasi Malukat Penyembuhan
Selain Ganesha, Pura Taman Beji Sibang Kaja juga memiliki Palinggih Ibu Pertiwi yang dipercaya membawa kemakmuran bagi para petani.
Tak heran, saat piodalan setiap Sukra Kliwon Pujut, persembahan umbi-umbian melimpah ruah.
Pura yang diempon oleh tujuh banjar adat ini juga berfungsi sebagai pasucian Ida Batara dari berbagai pura di Desa Adat Sibang Kaja.
"Area ini juga adalah pasar gaib, takutnya kalau berbuat aneh-aneh mereka marah," pungkas Jro Mangku Wija, yang mengaku pernah menyaksikan orang menghilang atau sosok berbadan hitam besar menampakkan diri di area tersebut.
Pura Taman Beji Sibang Kaja benar-benar menyuguhkan kompleksitas spiritual dan budaya yang mendalam.
Dari misteri arca Ganesha, lumut yang jadi obat, hingga keberadaan pasar gaib, pura ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga jendela menuju kearifan lokal yang sarat makna. Penasaran untuk mengunjunginya dan merasakan langsung auranya? ***