Cerita di Balik Arah Sembahyang Unik di Pura Desa Buwit: Kenapa Umat Hindu Bali di Sini Menghadap Barat?
I Putu Suyatra• Rabu, 4 Juni 2025 | 14:52 WIB
Pura Desa, Puseh, dan Bale Agung Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan
BALIEXPRESS.ID – Bagi Anda yang familiar dengan tata cara persembahyangan umat Hindu Bali, arah Timur—tempat matahari terbit—seringkali menjadi kiblat utama.
Namun, ada satu pura yang memiliki keunikan mencolok, mematahkan kebiasaan umum tersebut.
Tidak hanya Pura Mekah di Ubung, kini terkuak rahasia di Pura Desa, Puseh, dan Bale Agung Desa Buwit, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, di mana umatnya justru sembahyang menghadap ke Barat!
Yang paling mengejutkan, palinggih Padma Tiga—palinggih utama di pura ini—juga menghadap ke Timur.
Inilah alasan fundamental mengapa umat di Desa Buwit, saat bersembahyang, akhirnya harus menghadap ke Barat.
Sebuah kontradiksi menarik yang telah berlangsung turun-temurun.
Hubungan Kerajaan Kaba Kaba dan Pohon Beringin Berhantu: Menguak Sejarah Tak Lazim
Sejarah Pura Desa, Puseh, dan Bale Agung Desa Buwit ternyata erat kaitannya dengan Puri Kaba Kaba.
Konon, pembangunan pura ini atas restu dari Raja Kaba Kaba yang memerintah kala itu.
"Buwit pada masa lalu adalah wilayah Kerajaan Kaba Kaba, sehingga konon dulunya pembangunan Pura Desa, Puseh dan Bale Agung di Desa Buwit atas restu dari Raja Kaba Kaba," terang I Gusti Alit Putu Widana.
Alasan spesifik di balik perintah Raja Kaba Kaba untuk menghadapkan pura ke Timur masih menjadi misteri.
Namun, beberapa panglingsir (tetua) menduga, hal ini mungkin terkait dengan posisi Puri Kaba Kaba yang berada di sebelah timur desa.
Selain misteri arah, pohon beringin besar di pura ini menyimpan cerita mistis yang melegenda.
Ada larangan tak tertulis bagi mereka yang bukan pangempon pura: jangan melintas dengan saput poleng (kain hitam-putih) di dekat pohon beringin!
"Jika ada orang yang melintas dengan saput poleng, maka mereka seolah akan melihat jalan raya di sebelah beringin, padahal jalan tersebut hanyalah jalan setapak biasa," jelas I Gusti Alit Putu Widana.
Ia bahkan bercerita tentang rombongan sekaa gambel yang pernah mengalami kejadian aneh, tiba-tiba melihat laut atau sungai di lokasi tersebut dan kebingungan.
Kisah pemburu yang melihat jalan beraspal dan sungai di lubang pohon beringin, padahal itu hanyalah got, semakin menambah nuansa mistis lokasi ini.
Untuk mencegah kejadian serupa, kini sudah dibangun jalan baru beraspal di sebelah selatan pura, memastikan keselamatan warga yang melintas.
Pura Desa, Puseh, dan Bale Agung Desa Buwit bukan sekadar tempat ibadah biasa. Dengan arah sembahyang yang unik, sejarah yang terkait kerajaan, dan kisah-kisah mistis di balik pohon beringinnya, pura ini menawarkan wawasan menarik tentang kompleksitas kepercayaan Hindu Bali dan kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu. ***