Pasalnya, bahan-bahan boreh yang bersumber dari herbal diyakini memberikan perawatan tanpa efek samping.
Perawatan khas Bali meboreh sering digunakan untuk membersihkan pori-pori, mengeluarkan racun, dan memberikan sensasi relaksasi yang mendalam.
Hasilnya adalah kulit yang segar, halus, dan lembut, dengan energi, kejernihan, dan kesejahteraan yang lebih baik.
Dijelaskan Praktisi Usada, Gede Sutana, S.Kes, M.Si, perawatan kecantikan tradisional, yang diwariskan dari generasi ke generasi, telah berkembang menjadi satu bentuk seni kecantikan.
Penilaian bentuk dan rupa, serta standar kecantikan, berubah seiring perkembangan zaman dan dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.
Para ahli kecantikan telah melakukan banyak upaya untuk merawat kecantikan dengan menggunakan alat-alat modern dan menggunakan jamu tradisional.
Boreh Tis dan Boreh Miyik dapat dikembangkan untuk merawat kulit.
Boreh Tis menggunakan sayur dan buah-buahan, seperti ketimun, wortel, alpukat, pepaya, dan bengkuang untuk membuat kulit cerah dan lembap.
“Boreh Miyik menggunakan bunga, seperti jempiring, lavender, dan mawar. Selain itu, beras dan ramuan boreh sering digunakan untuk membuat eksfoliasi, yang membantu mengangkat sel kulit mati dan melembutkan kulit,” katanya.
Di spa bernuansa Bali, boreh digunakan untuk diberikan dalam perawatan.
Terapis biasanya mengoleskan boreh ke seluruh bagian tubuh sebelum mengaplikasikannya.
"Boreh yang dioleskan perlu menunggu beberapa saat agar obatnya terserap oleh kulit," sebutnya.
Jika pengunjung tidak keberatan, terapis akan melakukan perawatan wajah sambil menunggu boreh meresap sepenuhnya.
Secara empiris, beras digunakan sebagai scrub, kacang hijau untuk melembapkan, kunyit, jahe, dan kayu manis untuk melembutkan, dan cengkeh digunakan untuk melindungi kulit dari gatal dan iritasi.
Scrub, komponen penting boreh, digunakan untuk mengangkat sel kulit mati.
Beras yang digunakan sebagai scrub digunakan pada boreh, dan jika proses menghaluskannya tidak dilakukan dengan benar, akan menyebabkan rasa tidak nyaman saat digosokkan.
Oleh karena itu, bahan yang dapat digunakan sebagai scrub yang nyaman dan memiliki aroma yang baik dicari.
“Akibatnya, pembuatan boreh Bali harus dilakukan dengan menggunakan scrub yang lebih nyaman dan aroma yang baik. Agar mudah digunakan dan disimpan, bahan dibuat dalam bentuk serbuk,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika