Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Direktur Urusan Agama Hindu Kemenag RI Tebar 1.000 Bibit Ikan di Hari Tumpek Uye

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 12 Juli 2025 | 21:21 WIB
DILEPAS : Pelepasan bibit ikan nila di Sungai Pakerisan, Desa Adat Patemon, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring.
DILEPAS : Pelepasan bibit ikan nila di Sungai Pakerisan, Desa Adat Patemon, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring.

BALIEXPRESS. ID – Dalam rangka memperingati Hari Suci Tumpek Uye yang bermakna kasih sayang terhadap satwa, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan penebaran 1.000 bibit ikan di Bendungan Bandung, Tukad Pakerisan, Desa Adat Patemon, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Sabtu (12/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekoteologi yang digagas oleh Kemenag RI. Dalam memaknai Tumpek Uye, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu melaksanakan kegiatan pelepasan tukik, burung, ikan, atau satwa lainnya secara serentak di beberapa wilayah Indonesia sebagai wujud pelestarian lingkungan dan kasih sayang terhadap makhluk hidup.

Hadir dalam kegiatan ini Direktur Urusan Agama Hindu, I Gusti Made Sunartha, didampingi oleh Kepala Kantor Kemenag Gianyar yang diwakilkan oleh Kasi Urusan Agama Hindu. Turut hadir pula Kasi Pendidikan Hindu, para Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Bendesa Adat, serta masyarakat setempat.

Direktur Urusan Agama Hindu, I Gusti Made Sunartha menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekoteologi yang menjadi implementasi dari kebijakan Kementerian Agama RI dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ajaran Hindu seperti Tri Hita Karana selaras dengan misi pelestarian alam.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan ajaran Tri Hita Karana, khususnya dalam menjaga keharmonisan dengan alam. Pelestarian lingkungan adalah bentuk nyata rasa syukur kita kepada alam yang menjadi sumber kehidupan,” ujarnya.

Koordinator Penyuluh Agama Kemenag Gianyar saat memberikan sambutan.
Koordinator Penyuluh Agama Kemenag Gianyar saat memberikan sambutan.

Program ini juga mendukung pelaksanaan salah satu agenda prioritas pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden, khususnya pada bidang pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Diungkapkan juga pelaksanaan Green Dharma dilakukan secara serentak di seluruh Kantor Kementerian Agama se-Indonesia, khususnya di bidang Urusan Agama Hindu. 

"Kegiatannya dilakukan menyesuaikan dengan keadaan dan kearifan lokal yang ada di masing-masing daerah. Termasuk dilakukan di Kelaten oleh Bapak Dirjen dan masing-masing Kemenag yang ada di Indonesia, " imbuhnya. 

Bandesa Adat Petemon, Desa Pejeng Kelod Kecamatan Tampaksiring,Ngakan putu Widnyana sangat mengapresiasi kegiatan dilakukan di wilayah desanya. Dia berharap dengan pelaksanaan Green Darma tahun ini dapat mengetuk tularkan dari tujuan kegiatan tersebut, khususnya menyadarkan masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah khususnya di sungai yang menjadi tempat melakukan aktivitas agama maupun sosial. 

"Dengan kegiatan ini kami berharap program lainnya yang ada di Kementerian Agama dapat dilakukan di desa kami kembali, dan menjadi dasar kami melakukan kegiatan yang berkelanjutan khususnya menjaga lingkungan," pungkasnya. *

 

Editor : Putu Agus Adegrantika