Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bangli Usulkan Barong Brutuk Jadi Warisan Budaya Takbenda, Simak Keunikannya!

I Made Mertawan • Kamis, 31 Juli 2025 | 16:00 WIB
Salah satu teruna saat menarikan Barong Brutuk di Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali.
Salah satu teruna saat menarikan Barong Brutuk di Terunyan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali.

BALIEXPRESS.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli tahun ini hanya mengusulkan satu unsur budaya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.

Adapun yang diajukan adalah Barong Brutuk, tarian yang dilestarikan masyarakat Desa Terunyan, Kecamatan Kintamani.

Kepala Disparbud Bangli, I Wayan Dirga Yusa, menegaskan bahwa pengusulan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan.

Ke depan, pihaknya berharap lebih banyak kekayaan budaya lokal bisa diajukan untuk memperoleh pengakuan nasional sebagai WBTB.

Hal ini penting dilakukan sebagai upaya pelestarian sekaligus pengakuan terhadap nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Bangli.

"Pasti, tahun depan kami berupaya mengusulkan lebih banyak lagi," tegas Dirga Yusa, Rabu (30/7/2025).

Kepala Bidang Adat dan Tradisi Disparbud Bangli, Ni Made Martiniasih Damayanti, menambahkan bahwa sebenarnya banyak tradisi dan budaya di Bangli yang layak diusulkan ke Kementerian Kebudayaan.

Namun, proses tersebut membutuhkan persiapan matang, mulai dari kajian hingga dokumentasi.

Barong Brutuk menjadi satu-satunya yang paling lengkap tahun ini. “Sebulan lalu ada perbaikan dokumen, dan sudah kami lengkapi,” jelasnya.

Saat ini, Bangli tinggal menunggu hasil verifikasi dari pusat. Jika lolos, pengumuman penetapan akan dilakukan tahun depan.

Ia berharap Barong Brutuk menyusul tradisi Loloh Cemcem dari Penglipuran dan Nganten Massal di Desa Pengotan yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai WBTB Indonesia. “Mudah-mudahan Barong Brutuk bisa lolos,” harapnya.

Barong Brutuk sendiri merupakan tarian khas di Desa Terunyan yang berkaitan erat dengan keberadaan Arca Datonta di Pura Pancering Jagat, Terunyan.

Barong Brutuk ini dibawakan oleh pemuda desa yang belum menikah atau teruna.

Keunikan Barong Brutuk terlihat dari busana yang dikenakan penarinya yang berbahan kraras (daun pisang kering).

Selain itu juga memakai topeng suci. Saat menari mengelilingi pura, para penari membawa pecut atau cemeti.

Warga yang terkena sabetan cemeti justru merasa beruntung, karena dipercaya bisa membawa kesembuhan dari penyakit. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#barong brutuk #Kintamani #wbtb #bangli #Warisan Budaya Takbenda