BALI EXPRESS. ID- Menjadi seorang wartawan televisi merupakan salah satu pengalaman yang sangat berharga bagi Ni Putu Kusuma Budha Wardani. Selain mendapatkan wawasan, juga mengenal orang baru yang ditemui setiap hari.
Sempat menjadi wartawan televisi yang sekaligus penyiar berbahasa Bali membuat perempuan kelahiran Gianyar, 13 November 1989 ini bermuara sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Penata Layanan Operasional di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang ditugaskan sebagai Penyuluh Bahasa Bali, di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
Saat ditemui usai kegiatan Upacara Bendera 17 Agustus di Lapangan Umum Tegallalang, Putu Kasuma sapaan akrabnya mengaku sangat bersemangat untuk melestarikan budaya Bali khususnya Bahasa Bali.
“Suka dukanya menjadi Penyuluh Bahasa Bali, tentunya sangat senang mendapat pengalaman dan bertemu orang baru di lapangan. Terlebih menjadi MC Bahasa Bali, ada tantangan tersendiri dalam menyusun kata-kata sesuai sor singgih bahasa,” jelas alumni IHDN Denpasar ini.
Diterangkan juga tengah arus globalisasi yang semakin deras, harus ada generasi muda yang tekun menjaga dan melestarikan bahasa serta sastra Bali. “Bahasa Bali adalah identitas. Jika generasi muda enggan menggunakannya, maka perlahan-lahan warisan ini bisa hilang,” beber Kusuma yang bergabung menjadi Penyuluh Bahasa Bali sejak tahun 2016.
Baca Juga: Agung Ketut Rai Dan Ari Lasso, Siap Meriahkan Tanah Lot Art & Food Festival Keenam
Komitmen Putu Kasuma terhadap sastra Bali tidak hanya berhenti di ranah MC bahasa Bali. Ia juga menjadi motor penggerak kelompok belajar nyurat aksara di wilayah Kecamatan Tegallalang, sebuah wadah yang menaungi anak-anak muda untuk belajar menulis aksara Bali, membaca lontar, hingga menggelar berbagai lomba berbahasa Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Putu Kasuma berharap ada motivasi sekaligus membuka mata masyarakat luas tentang pentingnya menjaga bahasa ibu. “Melestarikan bahasa Bali bukan sekadar nostalgia, tapi juga investasi budaya untuk masa depan. Sastra Bali akan tetap hidup kalau kita menularkannya pada anak-anak kita,” pungkasnya.*
Editor : Putu Agus Adegrantika