Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bahasa Sanskerta Satukan Cendekia Dunia di UHN Sugriwa Denpasar

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:42 WIB

CENDEKIA : Pembukaa The Fourth Global Sanskrit Conference.
CENDEKIA : Pembukaa The Fourth Global Sanskrit Conference.

BALIEXPRESS. ID- Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar bekerja sama dengan Yayasan Dharma Sthapanam dan Global Sanskrit Forum (Bharat) sukses menyelenggarakan kegiatan internasional The Fourth Global Sanskrit Conference, pada 14–16 Oktober 2025.

Konferensi bergengsi ini menghadirkan para cendekiawan terkemuka dari berbagai negara, di antaranya Prof. Rajaneesh Kumar Shukla (India), Prof. Satya Narayan, Ph.D. (Amerika Serikat), Rasa Āchārya Dr. I Made Darmayasa (Bali, Indonesia), dan Prof. Dr. Drs. I Made Surada, M.A. (Guru Besar UHN Sugriwa Denpasar).

Baca Juga: Ternyata Ada 8 Pelanggaran Sempadan Sungai, Satpol PP Badung Gencarkan Penertiban
Acara pembukaan kegiatan tersebut dilaksanakan di Pasraman Parama Dhama Padanggalak, Sanur Denpasar, Selasa, (14/10) ,sementara sesi konferensi akademik berlangsung di Aula FDD Kampus Bangli UHN Sugriwa pada 15 dan 16 Oktober 2025.


Ketua Panitia The Fourth Global Sanskrit Conference, Dr. Ni Gusti Ayu Agung Nerawati, S.Ag., M.Si., didampingi Sekretaris Panitia, Dr. Anak Agung Ngurah Budiadnyana, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi UHN Sugriwa.

“Konferensi Sanskrit Global yang diselenggarakan setiap tahun di berbagai negara, untuk pertama kalinya dilaksanakan di Bali. Ini merupakan kehormatan besar bagi UHN Sugriwa dan Yayasan Dharma Sthapanam sebagai tuan rumah penyelenggaraan keempat kalinya,” ujar Dr. Nerawati.

Baca Juga: Kursi Kosong di 8 OPD Karangasem Segera Terisi, Nama Calon Sudah di Meja Bupati
Sementara Koordinator Kegiatan, Dr. I Gede Suwantana, M.Ag., menegaskan bahwa konferensi ini menjadi momentum penting untuk mengingat kembali hubungan sejarah antara India dan Nusantara, yang telah terjalin selama berabad-abad.


“Bahasa Sanskerta pernah hidup dan berkembang di Nusantara. Para pendeta di Bali hingga kini masih mengucapkan mantra dalam Bahasa Sanskerta, dan sebagian besar teks keagamaan Hindu maupun Buddha di Nusantara ditulis dalam bahasa yang sama. Hal ini menunjukkan kedekatan intelektual dan spiritual antara India dan kepulauan Indonesia sejak masa lampau,” jelasnya.


Sedangkan Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Gusti Ngurah Sudiana, menekankan bahwa penyelenggaraan konferensi ini sangat istimewa karena berlangsung di Bali, daerah yang memiliki sejarah panjang penggunaan Bahasa Sanskerta pada masa kerajaan-kerajaan kuno.


“Konferensi Global Sanskerta keempat ini sangat bermakna karena mengingatkan kita bahwa Bahasa Sanskerta pernah menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan keagamaan di Nusantara. Banyak teks suci yang kita pelajari hingga kini berbahasa Sanskerta,” ujar Prof. Sudiana.

Baca Juga: Bahas Dampak Pengurangan TKD, Bupati Satria Audiensi ke Kemendagri


Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah: “The Relevance of Vedic Dharma and Indian Knowledge Systems in Addressing Contemporary Challenges.” Tema ini diangkat karena Bahasa Sanskerta merupakan bahasa Weda, kitab suci agama Hindu.

Di UHN Sugriwa dan berbagai perguruan tinggi keagamaan Hindu di Indonesia, mata kuliah Sanskerta menjadi bagian penting dari kurikulum, diajarkan oleh para ahli dan guru besar.


"Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak mahasiswa, dosen, pegawai, serta generasi muda Hindu yang mahir berbahasa Sanskerta, sehingga mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Weda dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Prof. Sudiana. *

Editor : Putu Agus Adegrantika