Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pemkab Gianyar dan Kemenag Hadiri Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, Karangasem

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 7 November 2025 | 03:08 WIB
PENGANYAR : Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, Kenusut, Jumenang, Karangasem.
PENGANYAR : Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, Kenusut, Jumenang, Karangasem.

BALIEXPRESS. ID - Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan bhakti penganyar di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, Kenusut, Karangsem, Kamis (6/11). Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gianyar, Pasek Lanang Sadia, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali.

Bhakti penganyar digelar serangkaian Karya Ida Bhatara Tedun Kabeh lan Segara Kerthi Purnama Sasih Kalima di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, Kenusut, Jumenang, Karangasem. Kegiatan ini pun bukan sekadar prosesi upacara, melainkan juga perwujudan rasa bhakti, syukur, dan pengabdian ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah dan kesejahteraan yang telah diberikan.

Serangkaian Piodalan Nadi Ida Bhatara Tedun Kabeh lan Segara Kerthi Purnama Sasih Kalima di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, Kenusut, Jumenang, Karangasem, Bhakti Penganyar memiliki makna spiritual yang mendalam. Melalui persembahan suci ini, umat Hindu datang untuk ngaturang ayah (persembahan,red) sebagai simbol ketulusan, kesetiaan, dan keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama, serta alam semesta.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, yang turut hadir dalam pelaksanaan Bhakti Penganyar di Pura Penataran Agung Pucak Gunung Kembar, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelestarian tradisi leluhur yang sarat makna spiritual.

“Bhakti Penganyar merupakan momentum untuk memperkuat jalinan spiritual, kebersamaan, dan pengabdian kepada Tuhan. Di sinilah nilai-nilai dharma dan gotong royong hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa melalui Bhakti Penganyar, umat Hindu diingatkan bahwa bhakti sejati lahir dari hati yang tulus dan penuh rasa syukur, menjadi dasar spiritual dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan berkeadilan.

Selain itu, pelaksanaan Bhakti Penganyar juga memperkuat nilai-nilai Tri Hita Karana, yakni keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), dengan sesama (Pawongan), dan dengan alam (Palemahan). 

"Dengan menjaga keseimbangan tersebut, diharapkan kehidupan umat senantiasa harmonis dan penuh kedamaian, " pungkasnya.*

Editor : Putu Agus Adegrantika