BALIEXPRESS.ID - Prosesi Ngodakin dan pasupati Ida Sesuhunan Pura Dalem Sila Pegat, Desa Adat Lepang, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung tengah berlangsung.
Taru (kayu) yang akan dipergunakan untuk topeng atau tapel sudah bisa ditindaklanjuti oleh sangging.
Proses tersebut dimulai dengan pelaksanaan upacara Ngendagin yang dilaksanakan oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing, panglingsir Puri Agung Klungkung Ida Dalem Smara Putra, serta Jro Mangku Khayangan Tiga desa setempat pada Senin (2/2/2026).
Selanjutnya, kayu yang sebelumnya melalui proses panjang akan dikerjakan oleh sangging.
Dalam prosesi tersebut, masyarakat Desa Adat Lepang tumpah ruah mendatangi Pura Dalem Sila Pegat. Mereka mengikuti momen sakral itu dengan khidmat.
Pantauan di lokasi, sebelum kayu itu dilakukan penandaan oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing dan Ida Dalem Smara Putra, masyarakat lebih dulu melangsungkan persembahyangan.
Tujuannya agar pelaksanaan Ngodakin dan pasupati ini berlangsung dengan lancar serta sukses.
Ida Pedanda Gede Putra Bajing menjelaskan, prosesi ini diawali oleh sang sulinggih dan Ida Dalem.
Selanjutnya baru bisa dikerjakan oleh sangging yang akan membuat tapel tersebut.
Bendesa Adat Lepang I Made Merta sangat bersyukur prosesi ini berjalan dengan lancar.
Antusias masyarakat sangat diacungi jempol olehnya karena sangat bersemangat dalam prosesi ini.
"Semoga sampai akhir nanti berjalan lancar sesuai rencana," harapnya.
Untuk diketahui, kayu yang akan digunakan sebagai tapel Ida Sesuhunan di Desa Adat Lepang telah melalui proses panjang.
Setelah proses nunas taru atau kayu, selanjutnya dilangsungkan proses merebus benda tersebut beberapa hari.
Sekitar satu minggu di dalam panasnya air, kayu tersebut kemudian dikeringkan melalui proses oven.
Tujuan dari tahapan itu adalah untuk mengeringkan kayu sebelum dikerjakan oleh sangging. (*)
Editor : I Made Mertawan