Manggala Prawartaka, Ketut Suardita mengatakan prosesi sudah dimulai sejak Sabtu (14/2) lalu. Kemudian pada S Soma Wage Prangbakat, Senin (16/2) krama Desa Adat Kalianget kembali turun ngayah dengan kegiatan memasang wastra (hiasan pengangge) hingga membuat caru.
“Krama adat lanang juga melaksanakan mekarya caru nyate, disertai membuat sate rebasan bebek. Kegiatan ini didukung sarati banten dan pengempon yadnya dari krama banjar adat,” ungkapnya.
Pada Anggara Kliwon Prangbakat, Selasa (17/2) dilaksanakan pecaruan panca sata di ngerebuhin ring prahyangan Ida Bhatara Sakti, termasuk di Pura Taman dan Pura Pesucian.
Selanjutnya, Buda Manis Prangbakat, Rabu (18/2), menjadi tahap persiapan intensif menjelang puncak. Sejak pukul 07.00 Wita dilaksanakan ngaturang piuning ke sejumlah pura, antara lain Pura Teluk Terima, Pura Pengulun Gobleg dan Salimbugan, Pura Labuhan Aji, Pura Pulaki, serta di Soan.
“Pada pukul 19.00 Wita malam digelar nedunang mayalingga Ida Bhatara yang melibatkan pengempon yadnya, jero mangku, serta krama adat,” imbuhnya.
Puncak Piodalan berlangsung pada Wraspati Paing Prangbakat, Kamis (19/2). Upacara diawali pukul 07.00 Wita dengan mendak dan makalan hiyas, mebeji ke Pura Taman, serta matur piuning oleh para pemangku.
Pada pukul 13.00 Wita dilaksanakan inti piodalan yang mencakup ngaturang piodalan, rejang dewa, pamuspaan, pakenak lanang istri, tari rejang kuna, baris gede, rejang pemendak, hingga rejang tunjung manca warna. Rangkaian ditutup dengan persembahyangan bersama yang diikuti krama adat dan pemedek.
Sehari setelah puncak, Sukra Pon Prangbakat, Jumat (20/2) pukul 19.30 Wita digelar bakti penganyar. Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada Saniscara Wage Prabakat, 21 Februari 2026 pukul 19.30 Wita.
Kedua agenda ini dipuput oleh jero mangku kahyangan dan dadia, didukung sarati banten serta pengempon yadnya dari krama banjar adat.
Baca Juga: Makna Padewasan Tulus Dadi dalam Wariga, Cocok Memulai Beragam Kegiatan hingga Membeli Barang
Rangkaian karya ditutup pada Redite Kliwon Bala, 22 Februari 2026. Pada pukul 07.00 Wita dilaksanakan ngaturang penerus ke segara Desa Adat Kalianget.
Sore harinya pukul 17.00 Wita digelar penglemes, pamuspaan, pekenak lanang istri, tari rejang, pengelabar, hingga nyineb sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian pujawali.
Suardita yang juga mantan Pembimas Hindu Kepulauan Riau (Kepri) ini membuka dana punia bagi umat Hindu dan pemedek yang nangkil.
"Kami membuka dana punia bagi umat Hindu yang hendak maturan. Bisa berupa barang dan uang," tutupnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika