BALIEXPRESS. ID– Pekan Budaya Gianyar kembali menjadi agenda yang dinanti masyarakat. Sebagai daerah yang dikenal sebagai kota seni, Gianyar terus berupaya memperkuat identitas budayanya melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seniman, komunitas, hingga desa adat.
Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar, I Wayan Adi Perbawa, menegaskan bahwa penyelenggaraan pekan budaya tidak hanya membutuhkan konsep matang, tetapi juga keberanian dan kerja tim yang solid. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pengukuhan Majelis Kebudayaan Bali (MKB) di tingkat kecamatan guna menampung aspirasi budaya dari desa-desa.
Beragam kegiatan seni disiapkan untuk memeriahkan agenda tersebut, mulai dari balaganjur, bapang barong, tapel ogoh-ogoh, hingga lomba sketsa ogoh-ogoh. Selain itu, akan digelar melukis spontan massal serta pameran lukisan yang melibatkan para seniman lokal.
Ogoh-ogoh juara dari masing-masing kecamatan diyakini bakal menjadi magnet utama dalam gelaran ini. Sebanyak 21 ogoh-ogoh dijadwalkan tampil di Alun-alun Kota Gianyar, dengan ogoh-ogoh peraih juara I akan diarak di jalan utama sebagai bentuk apresiasi sekaligus mengantisipasi kemacetan.
Sementara itu, ogoh-ogoh juara II dan III akan dipajang di sejumlah titik strategis, seperti depan pasar hingga kawasan pertokoan. Mobilisasi ogoh-ogoh dari kecamatan ke pusat kota dijadwalkan berlangsung mulai 11 April malam, dan seluruh karya terbaik akan ditata di lokasi utama pada 13 April dengan dukungan pihak swasta melalui program CSR.
Menariknya, gaya ogoh-ogoh tahun ini disebut didominasi karakter khas dengan pengaruh wilayah Tampaksiring yang menonjolkan anatomi tubuh besar serta detail artistik. Dengan konsep matang dan pelibatan berbagai elemen, Pekan Budaya Gianyar diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian seni budaya Bali secara berkelanjutan.*