BALIEXPRESS.ID — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar kegiatan atur ayah wewalen di Pura Agung Besakih, Kamis (16/4). Kegiatan ini menjadi wujud sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus penguatan nilai ekoteologi dalam kehidupan beragama di Bali.
Suasana khidmat menyelimuti jalannya persembahyangan yang diikuti jajaran pegawai Kanwil Kemenag Bali bersama Kemenag Kabupaten/Kota se-Bali. Sejak awal hingga akhir prosesi, nuansa religius terasa kuat, mencerminkan ketulusan umat dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Payahan wewalen ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga wujud komitmen Kementerian Agama dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan. Nilai ini sejalan dengan konsep ekoteologi yang menekankan harmoni antara kehidupan spiritual dan kelestarian alam.
Baca Juga: Bantuan BRI Peduli TJSL Ringankan Pembangunan Bale Kulkul di Guliang Kangin Bangli
Rangkaian upacara turut diisi dengan pementasan seni sakral, seperti tari topeng yang sarat makna filosofis serta tari rejang sebagai simbol persembahan suci. Gerakan para penari yang lemah gemulai dengan balutan busana adat Bali menghadirkan suasana penuh ketulusan dan pengabdian, memperkuat kekhusyukan di kawasan pura.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Sunartha, menegaskan bahwa bhakti penganyar merupakan tradisi penting yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan beragama di Bali. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana memperkuat sradha, bhakti, dan kebersamaan.
“Melalui atur ayah wewalen berupa tari rejang hingga topeng ini, kami ingin menjaga harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama sebagai teladan dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, rukun, dan selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan antarpegawai sekaligus meningkatkan semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bhakti penganyar di Pura Agung Besakih berlangsung tertib dan lancar, diikuti seluruh peserta dengan penuh rasa bakti. "Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kanwil Kemenag Bali dalam melestarikan tradisi, memperkuat spiritualitas, serta mengimplementasikan nilai ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari di Pulau Dewata," tegasnya. *