Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasraman, Anak-Anak di Gentong Tegallalang Dilatih Membuat Klakat dan Tipat Nasi

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 1 Mei 2026 | 10:42 WIB
PASRAMAN : Kegiatan pasraman di SDN 4 Tegallalang. 
PASRAMAN : Kegiatan pasraman di SDN 4 Tegallalang. 

BALIEXPRESS. ID – Pelestarian budaya dan nilai-nilai keagamaan Hindu terus digelorakan melalui kegiatan pasraman di lingkungan sekolah. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar bersama Penata Layanan Operasional (PLO) menggelar bimbingan dan penyuluhan di SDN 4 Tegallalang dengan menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang menarik dan edukatif, Kamis (30/4). 

Kegiatan ini menghadirkan pelatihan langsung pembuatan klakat dan tipat nasi, dua sarana penting dalam pelaksanaan upacara keagamaan umat Hindu di Bali. Para siswa tampak antusias mengikuti proses demi proses, mulai dari pengenalan bahan, teknik menganyam, hingga membentuk hasil akhir.

Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, Ida Ayu Kade Ratnawati, menjelaskan bahwa kegiatan pasraman ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kearifan lokal sejak usia dini. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya teori, tetapi harus diimbangi dengan praktik agar pemahaman siswa lebih mendalam.

“Melalui pasraman ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Ini penting agar mereka memahami makna filosofi di balik pembuatan klakat dan tipat nasi,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua PPBI Cabang Gianyar, Optimis Perkembangan Bonsai Sejalan dengan Kecintaan Lingkungan

Ia menambahkan, setiap sarana upacara memiliki nilai simbolik yang sarat makna, sehingga penting dikenalkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter dan spiritualitas generasi muda.

Sementara itu, PLO yang turut mendampingi kegiatan menilai metode pembelajaran berbasis praktik seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa. "Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media untuk menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan kecintaan terhadap budaya Bali, " imbuhnya. 

Pihak SDN 4 Tegallalang menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap pasraman dapat dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan. Kolaborasi antara penyuluh agama Hindu dan PLO dinilai mampu memperkuat pembinaan keagamaan di sekolah sekaligus memperkaya pengalaman belajar siswa.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, ditutup dengan hasil karya siswa berupa klakat dan tipat nasi yang siap digunakan dalam kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis praktik tersebut.*

Editor : Putu Agus Adegrantika
#Dirjen Bimas Hindu #Kemenag Gianyar