Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tonggak Sejarah Desa Adat Kampial! Pasutri Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Istri Jalani Diksa Munggah Bhawati, Siap Menjadi Sulinggih Hindu Bali

Wiwin Meliana • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:46 WIB
Prosesi Diksa Munggah Bhawati Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Korti.
Prosesi Diksa Munggah Bhawati Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Korti.

 

BALIEXPRESS.ID-Suasana sakral menyelimuti kediaman Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Korti. 

Keduanya menjalani upacara Diksa Munggah Bhawati di kediamannya di Jalan Kampial Indah, Lingkungan Ancak, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung pada Rabu, 27 Mei 20206.

Upacara Diksa Munggah Bhawati adalah ritual inisiasi suci dalam tradisi Hindu di Bali yang menandai peningkatan status spiritual seseorang menjadi seorang Bhawati (calon pandita/sulinggih). Upacara ini menjadi tahapan penting "mati raga" dan persiapan batin yang wajib dilalui sebelum resmi didwijati (lahir kedua) menjadi seorang pandita atau sulinggih.

Tujuan dari ritual ini Menyucikan lahir dan batin, serta mempersiapkan fisik dan mental seseorang untuk memikul tugas-tugas keagamaan yang lebih berat.

Sebelumnya, pada 9 Mei 2026 keduanya telah menggelar Prosesi Sisya Turiksa sebagai bagian penting dalam tahapan calon sulinggih sebelum menjalani upacara diksa.

Dalam acara Diksa Munggah Bhawati Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Korti disaksikan dan didukung oleh sejumlah undangan yang hadir di antaranya, Manggala Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat, Sabha Pandita MGPSSR Pusat, Manggala MGPSSR Provinsi Bali, Sabha Pandita MGPSSR Provinsi Bali, Manggala MGPSSR Kabupaten Badung, Sabha Pandita MGPSSR Kabupaten Badung, perangkat desa setempat, serta sulinggih-sulinggih dari beberapa griya di Bali.

Dalam prosesi ini, upacara Diksa Munggah Bhawati Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Korti disaksikan oleh tiga orang Guru Nabe yakni Nabe Napak Ida Pandita Mpu Nabe Yogiswara, Nabe Waktra Ida Pandita Mpu Nabe Naidaka Ananda, dan Nabe Saksi Ida Pandita Mpu Nabe Darmajaya Purusa Pramadiksa.

Ketua Panitia acara I Nyoman Arta meyebutkan bahwa Acara Diksa Munggah Bhawati bagi Jro Mangku Gede I Ketut Ariana dan Jro Mangku Istri Ni Nyoman Korti dapat berjalan dengan lancar dengan dukungan berbagai pihak. 

Pihaknya menyebut bahwa acara Diksa Munggah Bhawati ini merupakan prosesi yang pertama dilakukan di Desa Adat Kampial.

“Di desa adat Kampial yang kita sebut desa tua baru pertama kali, sebelum ini kami belum punya sulinggih. Jadi ini baru pertama kali mudah-mudahan ini menjadi tonggak sejarah yang sangat luar biasa ke depannya. Kami juga berharap ada yang lain yang ingin melakukan penyucian diri supaya bisa melayani, mengayomi umat Hindu,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya juga berharap ke depan calon slinggih dapat menempatkan dan memposisikan diri sesuai dengan kewajiban dan tugas-tugas yang diemban.

“Jika sudah munggah sebagai calon bhawati kita harus tahu mana yang boleh dan belum boleh dipuput, kan ada tahapan-tahapan supaya tidak kita melanggar aturan-aturan,” jelasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#kampial #sulinggih