Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Meditasi Bali ke Panggung Dunia, Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara dan Jro Ratni Menuntun Jalan Kesadaran Diri

Putu Agus Adegrantika • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:04 WIB
SULINGGIH : Sulinggih, Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara. 
SULINGGIH : Sulinggih, Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara. 
 
BALIEXPRESS.ID – Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, ajaran meditasi dan yoga kembali menjadi kebutuhan banyak orang untuk menemukan ketenangan batin. Dari Bali, pasangan spiritual Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara dan istrinya, Jro Ratni, S.Par., CHt., ERYT, menjadi salah satu tokoh yang aktif memperkenalkan nilai-nilai spiritual Bali hingga ke berbagai negara.

Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara dikenal sebagai pembimbing meditasi yang kerap diundang mengisi retreat, tapa brata, hingga forum spiritual internasional. Melalui pendekatan meditasi ala Bali, ia mengajak peserta untuk berdialog dengan diri sendiri, memahami tujuan hidup, serta melanjutkan swadharma atau tugas kehidupan dengan lebih sadar dan bijaksana.

Menurutnya, menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan, umat Hindu memiliki momentum yang tepat untuk melakukan refleksi diri. Bukan hanya merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma secara simbolis, tetapi juga menghidupkan kemenangan kebijaksanaan dalam diri masing-masing. “Meditasi membantu seseorang mengenali dirinya sendiri sehingga mampu menjalani sisa kehidupan dengan lebih bermakna,” ujarnya, Jumat (19/6). 

Baca Juga: Terinspirasi dari Sanghyang Jaran, Baleganjur Remaja Duta Badung Tampil Maksimal di PKB XLVIII
Sementara itu, Jro Ratni lebih banyak menekuni yoga asana, pranayama, dan meditasi. Baginya, kesehatan fisik dan ketenangan batin tidak bisa dipisahkan. Melalui latihan pernapasan dan gerakan yoga yang benar, seseorang dapat menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa sehingga tercipta keseimbangan hidup yang utuh.

Perjalanan spiritual Jro Ratni bukanlah sesuatu yang instan. Ia mengaku telah mengenal meditasi sejak kecil sebagai warisan dari orang tuanya. Namun, sekitar 16 tahun terakhir, praktik yoga dan meditasi dijalani secara lebih mendalam setelah melalui berbagai proses tapa brata dalam keluarga. Dari perjalanan itu, ia menemukan filosofi hidup yang mengajarkan keseimbangan antara spiritualitas dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun 2010 menjadi titik penting dalam perjalanan spiritual pasangan ini. Saat berada di Ubud, Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara mengaku memperoleh pawisik yang memperkuat keyakinannya untuk menekuni jalur pendidikan spiritual. Sejak saat itu, ia semakin mendalami meditasi jati diri dan berbagai ajaran yoga yang berorientasi pada pengembangan kesadaran manusia.

Perjalanan tersebut kemudian melahirkan Pasraman Bali Eling Spirit pada tahun 2018. Lembaga ini menjadi wadah pembelajaran yoga, meditasi, dan pengembangan spiritual yang kini dikenal luas. Melalui Bali Eling Spirit, Jro Ratni juga aktif mengajar program pelatihan guru yoga internasional dengan berbagai jenjang, mulai 50 jam, 100 jam, 200 jam hingga 300 jam yang diikuti peserta dari berbagai negara.

"Saat pandemi Covid-19 melanda dunia, kebutuhan masyarakat terhadap meditasi dan yoga justru meningkat tajam. Banyak orang mencari cara untuk menjaga kesehatan mental dan menemukan ketenangan di tengah ketidakpastian," imbuh Sri Bhagawan. 

Pada masa itu, Bali Eling Spirit menjadi salah satu tempat yang banyak dicari untuk mendapatkan pemahaman mengenai keseimbangan diri dan hubungan antara dunia luar dengan dunia batin.

Kini, selain berpusat di Pejeng Kangin, Tampaksiring, pasangan ini juga aktif melakukan pembinaan spiritual melalui pasraman di Bali. Mereka tidak berfokus pada ritual keagamaan semata, melainkan lebih pada penguatan tattwa dan filsafat kehidupan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui kegiatan dharma tula, mereka sering membahas persoalan rumah tangga, karier, keuangan, hingga pencarian makna hidup.

Bagi Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara, yoga bukan sekadar olahraga, melainkan jalan kehidupan yang terus berlangsung sepanjang perjalanan jiwa. Karena itu, ia memilih mengabdikan diri sebagai pembimbing spiritual tanpa mengejar keuntungan pribadi. Melalui ajaran meditasi dan yoga yang berakar pada kearifan Bali, ia berharap semakin banyak orang mampu menemukan kedamaian dalam dirinya dan menjalani hidup dengan penuh kesadaran serta kebijaksanaan.*
 
 
Editor : Putu Agus Adegrantika
#yoga #Meditasi