Tari Leko di Desa Adat Tunjuk  Jadi Sarana Naur Sesangi Krama

I Putu Mardika • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Tari Leko Tunjuk menjadi sarana naur sesangi (ist)
Tari Leko Tunjuk menjadi sarana naur sesangi (ist)

BALIEXPRESS.ID-Tari Leko menjadi salah satu warisan seni tradisional yang masih dipertahankan masyarakat Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Tarian klasik Bali ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat dalam pelaksanaan sesangi atau kaul.

Tokoh Adat Desa Tunjuk, I Made Arnawa, mengatakan Tari Leko telah diwariskan secara turun-temurun. Keberadaannya tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat yang melaksanakan sesangi setelah harapan atau keinginannya terkabul.

Baca Juga: Peed Aci Tabuh Rah Pengangon di Pura Purusada: Dilaksanakan Setahun Sekali saat Purnama Kapat

“Dulu banyak masyarakat yang memiliki sesangi. Misalnya, ketika anak lahir dengan sehat dan selamat, orang tua berjanji akan mengupah Tari Leko untuk dipentaskan saat upacara tiga bulanan,” ujar Arnawa.

Menurutnya, tradisi tersebut turut membuat Tari Leko berkembang dan dikenal luas di Desa Tunjuk. Masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memenuhi janji yang telah diucapkan. Karena itu, keberadaan kelompok kesenian Leko juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut.

Baca Juga: Tradisi Ngerebeg Api Lodtunduh Siat Api untuk Menjaga Keseimbangan Desa

Tari Leko memiliki sejumlah ciri khas. Struktur pertunjukannya meliputi Pepeson Condong, Pengawit Leko, Pengawak Leko, Pengecet Leko, Pengipuk Leko, Pekaad Leko, dan diakhiri dengan ibing-ibingan. Pada bagian Pengipuk terdapat gerakan mejaran-jaranan yang menjadi salah satu kekhasan Leko Tunjuk.

Sementara ibing-ibingan menjadi bagian yang melibatkan masyarakat. Pihak pengundang atau penonton dapat ikut menari bersama penari Leko. Bagian ini sekaligus menjadi simbol pelunasan sesangi.

Arnawa menuturkan, Tari Leko saat ini memang tidak sesering dahulu dipentaskan dalam upacara. Namun, kesenian tersebut tetap diwariskan kepada generasi muda.

“Sekarang pementasannya tidak sesering dulu, tetapi kami tetap berusaha agar generasi muda mengenal dan bisa menarikan Leko,” katanya.

Baca Juga: Peed Aci Tabuh Rah Pengangon di Pura Purusada: Dilaksanakan Setahun Sekali saat Purnama Kapat

Selain dalam kegiatan masyarakat, Tari Leko Tunjuk juga telah tampil dalam berbagai kegiatan seni dan pemerintahan, termasuk Pesta Kesenian Bali. Keberadaan ruang pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar warisan budaya Tunjuk tetap hidup di tengah perubahan zaman. (dik)

Editor : I Putu Mardika
Tari Leko Desa Tunjung klasik seni tabanan