Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rudraksha; Baik untuk Kesehatan, Berikut Mantra dan Manfaat Tiap Mukhi

I Putu Suyatra • 2019-12-23 00:49:09
Rudraksha; Baik untuk Kesehatan, Berikut Mantra dan Manfaat Tiap Mukhi
Rudraksha; Baik untuk Kesehatan, Berikut Mantra dan Manfaat Tiap Mukhi


DENPASAR, BALI EXPRESS - Biji Rudraksha diyakini memiliki kekuatan spiritual, juga supranatural. Banyak tokoh agama menggunakannya  sebagai kekuatan sekaligus jadi bagian dari pemujaan. Sejatinya apa istimewanya biji ajaib ini?


 


Pohon Elaeocarpus Ganitrus penghasil biji Rudraksha, banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, dan di Bali. Di Indonesia Rudraksha lebih populer dengan sebutan Ganitri, Genitri atau Jenitri. Indonesia merupakan penghasil biji Rudraksha terbesar di dunia. Memasok 70% kebutuhan Rudraksha yang diekspor dalam bentuk butiran biji. Sebanyak 20% pasokan lainnya dari Nepal. Sedangkan India, negara yang paling banyak menggunakan Rudraksa malah hanya memproduksi 5% saja.



Dikatakan Ida Rsi Putra Yaksa Daksa Manuaba, biji Rudraksha identik digunakan sebagai bahan yang utama mala terbaik untuk melakukan japa.Dijelaskan Ida Rsi Putra Yaksa Daksa Manuaba, sejak ribuan tahun, Rudraksha  digunakan  para Yogi di India, Nepal, dan Himalaya untuk dapat mencapai pencerahan dan pembebasan. Rudraksha bukan sekadar sebagai alat hitung saat  melakukan japa (Mantra Yoga),  juga dapat digunakan sebagai sarana untuk 'meremajakan' pikiran, tubuh, dan jiwa, sehingga kualitas hidup secara keseluruhan dapat ditingkatkan. "Rudraksha juga banyak digunakan di bidang kesehatan sebagai bahan berbagai obat-obatan Ayur Veda," terang brahmacharia pertama yang memutuskan menjadi sulinggih ini kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.



Tak disanggahnya,  biji Rudraksha memang memiliki keajaiban untuk membantu menjalani hidup  lebih baik secara jasmani maupun secara rohani.



Dijelaskannya, dalam bahasa Sansekerta, Rudraksha berasal dari kata Rudra yang memiliki arti Dewa Shiwa, dan Aksa yang berarti mata. Jadi, arti keseluruhan dari kata Rudraksha adalah Mata Dewa Shiwa. Sebutan ini berasal dari sebuah legenda ajaran Hindu, di mana Dewa Shiva terbangun dari sebuah periode meditasi yang sangat panjang, karena ia merasa terharu, air mata beliau pun menetes. Satu tetes air mata itu kemudian tumbuh menjadi sebuah pohon Rudraksha.
Mengacu hasil dari penelitian oleh Dr. Suhas Roy dari Indian Institute of Technology di Banaras India pada tahun 1993, lanjutnya, sifat bioelektrokimia pada biji Rudraksha itu dapat mengirimkan sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung dan merangsang sistem otak pusat, yang kemudian dapat menimbulkan  perasaan tenang, damai, dan berpikiran positif.



Dalam riset lain dari sebuah penelitian  Indian Institute of Technology, diketahui juga bahwa biji Rudraksha memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Artinya, ketika misalnya biji tersebut digunakan untuk melakukan japa, Rudraksha memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan faraday, yang akan muncul dari hasil konduksi elektron alkalin. Karena itulah, lanjut Ida Rsi Putra Yaksa Daksa Manuaba,



Rudraksha diyakini dapat juga untuk mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai gangguan psikologi lainnya.



Bahkan, dari hasil riset  Singh RK dari Departement of Pharmacology, Banaras Hindu University India, diketahui biji Rudraksha tidak saja berkhasiat saat dikalungkan di leher, tetapi juga bagus jika  air rendaman atau rebusannya diminum, karena dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Biji Rudraksha direndam semalam , lalu diminum saat perut masih kosong. Bila disertai dengan mengalungkan Rudraksha di leher, dalam waktu tujuh hari terbukti efektif meredam hipertensi, memastikan sirkulasi darah yang ideal untuk tubuh dan menghasilkan perasaan tenang dan damai.



Mengutip hasil riset tersebut, Ida Rsi yang punya nama walaka Agus Indra Udayana ini, mengatakan, Rudraksha juga berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker dan radang.
Glikosida, teroid, alkaloid dan flavonoid yang terkandung dalam sebuah biji Rudraksha, juga sangat baik untuk kesehatan paru-paru.



Berdasar asil riset dari  AB Ray dari Departement of Medicinal Chemistry, Banaras Hindu University India, lanjutnya,  menunjukkan bahwa jenis senyawa alkaloid yang terkandung dalam Rudraksha diantaranya  Pseudoepi-isoelaeocarpilin, Rudrakine, Elaeocarpine, Isoelaeocarpine, dan Elaeocarpiline. "Senyawa tersebut memiliki khasiat untuk meluruhkan lemak badan.
Caranya, 25 gram biji Rudraksha kering dicuci dan direbus dalam  segelas air sampai air rebusan itu tersisa separuh. Setelah air rebusan sudah terasa dingin, saring, lalu diminum sekaligus," ujar sulinggih asal Klungkung ini.



Ditambahkannya, sepanjang sejarah pengobatan tradisional di India ( Ayur Veda ), biji dan mukhi (muka) Rudraksha seringkali dipergunakan dalam berbagai jenis perawatan tubuh dan mengobati berbagai jenis penyakit. Setiap mukhi biji Rudraksha dipercaya memiliki manfaat spesifik dan kekuatan khusus dalam mengubah cara pandang dan kepribadian seseorang. "Sifat elektromagnetik yang cukup kuat, paramagnetik dan dari sifat induktif yang dimiliki  biji Rudraksha, dapat menimbulkan impuls listrik untuk dikirim ke otak, merangsang pada pusat otak tertentu yang menyebabkan transformasi positif dalam cara pandangan, kharisma, kepribadian, dan rasa kepercayaan diri pada para pemakai biji Rudraksha," terang pemilik Ashram Gandhi Puri ini.


 






Biji Rudraksha memiliki sejumlah mukhi, mulai dari mukhi 1 hingga  mukhi 38. Yang paling umum adalah mukhi 5 atau Pancamukhi Rudraksha. Mukhi yang paling langka adalah mukhi  satu (1) atau Ekamukhi Rudraksha dan Trijuti Rudraksa. Berikut mukhi wujud manfaat Bija Mantra Mukhi Rudraksha satu sampa 21.


1 Shiwa : Kebahagiaan dan  pembebasan, Om Hrim Namah.
2 Shiwa Parwati : Keinginan terpenuhi  dan kedamaian, Om Namah.
3 Agni : Keselamatan dan  religius, Om Klim Namah.
4 Brahma : Kreativitas dan kecerdasan, Om Hrim Namah.
5 Panca Brahma : Perlindungan, kebahagiaan dan oeleburan Dosa, Om Hrim Namah.
6 Karttikeya : Kemakmuran, ketenaran dan Kekuatan, Om Hrim Hum Namah.
7 Lakshmi : Kemakmuran  dan  kesehatan, Om Hum Namah
8 Ganesha : Panjang Umur  dan kebijaksanaan,  Om Hum Namah.
9 Dhurga Karunia Nawasakti (sembilan kekuatan), Om Hrim Hum Namah.
10 Wisnu : Kedamaian dan  perlindungan, Om Hrim Namah
11 Rudra : Kekuatan Fisik-mental dan kemenangan, Om Hrim Hum Namah.
12 Raditya:  Dihormati dan  ketenaran, Om Kraum Ksaum Raum Namah.
13 Wiswadewa : Keberuntungan dan kebajikan, Om Hrum Namah.
14 Shiwa : Mengaktifkan mata ketiga dan meningkatkan intuisi, Om Namah Shiva Ya.
15 Pasupati : Meningkatkan ide dan intuisi, Om Namah Shiva Ya.
16 Rama : Keselamatan rumah dari kebakaran, pencurian dan perampokan,  Om Namah Shiva Ya.
17 Wiswakarma : Keberuntungan dalam Investasi dan properti, Om Namah Shiva Ya.
18 Pertiwi : Kebahagiaan dan kesehatan wanita hamil, Om Namah Shiva Ya.
19 Narayana : Terbebas dari kesulitan ekonomi, Om Namah Shiva Ya.
20 Brahma : Spiritual dan penglihatan,  Om Namah Shiva Ya.
21 Kuwera : Kemakmuran dan keberuntungan, Om Namah Shiva Ya.

Editor : I Putu Suyatra