GIANYAR, BALI EXPRSS- Dunia gaib memang penuh dengan isyarat dan makna. yang selalu menarik untuk dikupas. Segala sesuatu selalu dikaitkan dengan mitos dan keyakinan, yang sampai saat ini masih diyakini memiliki kekuatan magis.
SALAH satu contohnya buah kelapa berlubang. Baik itu berlubang dua, berlubang tiga, empat, hingga yang berlubang lima. Di Bali ada yang menyebutkan kelapa berlubang ini dengan sebutan Pompongan Mamata, Pompongan Triguna, Pompongan Manca, Pompongan Panca Pendawa, dan sebutan lainnya.
Buah kelapa yang jika diupacarai dengan benar, diyakini bakal mampu memberikan manfaat secara niskala. Dari penuturan Jro Mangku Dalang Badra, orang yang mendapatkan kelapa berlubang tersebut akan merasakan kebahagiaan yang tak terkira.
Sebab, jika ia mengerti, maka buah kelapa berlubang itu bakal digunakan sebaik mungkin dengan khasiat yang diketahui. Namun, jika tidak diketahui manfaatnya, terkadang benda gaib ini bisa diuangkan. Artinya, jika ingin dijual, maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah.
“Orang-orang yang mengetahui khasiatnya akan mencari-cati benda ini, dan rela merogoh kocek untuk mendapatkannya,” ujarnya.
Apa sebenarnya khasiat dari Pompongan berlubang ini? Secara logika, bisa saja kelapa tersebut sengaja dilubangi tupai, lalu dimakan isinya, kemudian kering dan jatuh.
Jro Mangku Dalang Badra mengatakan, para tetua masyarakat Bali pada zaman dahulu, kelapa berlubang ini tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. “Hanya orang yang berjodohlah yang bisa mendapatkan ini,” imbuhnya.
Karena itu, banyak mitos dan cerita yang mengiringi buah kelapa berlubang ini. Seperti buah tidak bisa langsung diambil dari pohonnya, walaupun seseorang lebih dulu melihat buah tersebut berlubang saat masih berada di pohon kelapa. Lantaran buah kelapa berlubang ini baru bisa bertuah, ketika sudah jatuh dari pohonnya.
“Mitosnya tuah yang paling berkhasiat, ketika kelapa berlubang ini didapat saat hanyut di kali (sungai). Itu merupakan jodoh yang luar biasa, menurut penuturan para tetua zaman dahulu,” lanjut Pengusada Niskala, Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala, yang juga Guru Besar Perguruan Siwa Budha Maha Sidhi di Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, kemarin.
Lebih lanjut, dikatakan Jro Mangku Dalang Badra, konon Pompongan ini sebagai penolak bala, penolak segala ajian desti ugig. Bahkan, sebagai teropong niskala, serta menambah kewibawaan orang yang memilikinya.
Jika ada orang jahat yang akan masuk dalam rumah atau makhluk yang bertujuan tidak baik, pompongan ini akan bergerak (ayun-ayun) sendiri tanpa terpaan angin. “Bila Pompongan yang digantung itu berayun-ayun sendiri, pertanda pemilik rumah harus meningkatkan kewaspadaan diri. Karena akan ada serangan musuh dari niskala,” tandasnya. Namun, dibalik semua itu, sebagai umat Hindu sudah sepatutnya tetap menyerahkan segalanya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya