Daftar 13 Jenis Sate Beserta Penjelasannya dalam Ritual Hindu di Bali
I Putu Suyatra• 2024-03-13 03:38:34
Beberapa jenis sate yang digunakan dalam ritual keagamaan Hindu Bali.
BALI EXPRESS - Penggunaan sate dalam ritual Hindu di Bali telah mengungkap kekayaan simbolik dan spiritual yang menarik.
Sate tidak hanya menjadi santapan daging yang lezat, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara-upacara sakral bagi umat Hindu di Bali.
Serati Banten, Jro Ketut Utara, menjelaskan bahwa sate bukan sekadar hidangan, melainkan simbol bhakti dan penghormatan umat Hindu Bali kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dalam setiap upacara, ada beberapa jenis sate yang harus hadir sebagai bagian dari prosesi suci.
Terdapat 13 jenis sate yang digunakan, masing-masing memiliki makna dan simbolik yang dalam.
Mulai dari Sate Lembat yang merupakan persembahan kepada Dewa Brahma, hingga Sate Kebek yang menghormati leluhur dan tamu.
“Sembilan dari tiga belas bentuk sate disebut sate galungan atau sate panawa sangan. Sate Lembat mempunyai dwi fungsi, yaitu sebagai sate persembahan/yadnya atau saten banten simbol gada atau senjata dari Dewa Brahma,” jelasnya.
“Setiap jenis sate memiliki peranannya masing-masing dalam menggambarkan senjata para dewata dan simbol keagungan mereka,” jelas Jro Ketut Utara.
Sate bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai representasi senjata-senjata para dewata seperti trisula, cakra, dan bajra.
Bahkan, ada sate khusus yang disajikan hanya untuk tamu-tamu terhormat dan pejabat penting.
Daftar 13 jenis sate beserta penjelasannya dalam ritual Hindu di Bali:
1. Sate Lembat
Merupakan sate persembahan atau yadnya, juga dikenal sebagai saten banten, yang melambangkan gada atau senjata dari Dewa Brahma.
2. Sate Asem
Selain sebagai hidangan, sate ini juga merupakan persembahan atau yadnya, dengan simbol senjata berbentuk cakra, yang merupakan senjata Dewa Wisnu.
3. Sate Kuung
Merupakan sate yadnya yang menggambarkan Padma, senjata dari Sang Hyang Siwa.
4. Sate Sepit Gunting (Gunting-gunting)
Melambangkan trisula, senjata dari Dewa Sambu.
5. Sate Jepit (Apit) Babi
Berfungsi sebagai sarana upakara yadnya dengan simbol bajra, senjata Dewa Iswara.
6. Sate Jepit Balung atau Jepit Iga
Melambangkan naga pasa, senjata dari Sang Hyang Mahadewa.
7. Sate Serapah
Mewakili dupa atau api, senjata dari Sang Hyang Mahesora.
8. Sate Letlet (Lilit)
Melambangkan moksala, senjata dari Dewa Rudra.
9. Sate Suduk Ro
Mewakili angkus, yaitu senjata dari Sang Hyang Sangkara.
10. Sate Empol
Salah satu sate linggih atau tegak (jamuan) yang diperuntukkan bagi tamu pejabat yang mempunyai kedudukan penting.
11. Sate Pusut
Berfungsi sebagai sate hidangan untuk para tamu atau juga kepada leluhur.
12. Sate Kablet
Salah satu sate hidangan yang bahan utamanya dari babi.
13. Sate Kebek
Memiliki fungsi serupa dengan sate kablet, juga terbuat dari bahan dasar babi dalam ritual Hindu di Bali.
Setiap jenis sate memiliki makna dan simbol yang mendalam, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritual sakral yang dilaksanakan di Bali.
Dengan makna yang mendalam dan kaya akan simbolik, penggunaan sate dalam ritual Hindu di Bali memberikan pengalaman yang unik dan memikat bagi setiap yang mengikuti upacara tersebut. ***