BALI EXPRESS - Telur atau taluh, dalam beragam wujudnya mulai dari mentah hingga rebus, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai upacara ritual umat Hindu di Bali.
Namun, ada satu jenis telur yang muncul sebagai simbol kekuatan magis yang sangat istimewa dalam tradisi spiritual Bali.
Yakni telur bukasem yang diyakini mengandung sari pati Durga Dewi.
Menurut Ida Bagus Made Bhaskara, seorang Penekun Lontar dari Geria Sunya Tampaksiring, Kabupaten Gianyar telur bukasem ini memiliki makna mendalam dalam tradisi Hindu Bali.
Dalam upacara persembahan, telur ini dianggap sebagai wujud dari sari pati Durga Dewi, sebuah simbol spiritual yang sangat dihormati.
"Proses pembuatan telur bukasem sendiri melibatkan berbagai bumbu dan proses fermentasi, termasuk penggunaan arang untuk mengawetkan telur tersebut," ungkap Bhaskara.
Bahkan, penelitian dari Balai Arkeologi Medan menunjukkan bahwa proses pengolahan telur untuk tujuan pengawetan dan cita rasa khas telah dicatat dalam prasasti-prasasti kuno, seperti Prasasti Sangguran dan Prasasti Jeru-Jeru.
Lebih dari sekadar pengawetan pangan, telur bukasem memiliki makna religius dan magis yang dalam.
Menurut Widisastra Bhatara Nawa Dunggulan, telur bukasem adalah perwujudan langsung dari Durga Dewi, sesuai dengan wejangan Bhatara Siwa.
Dalam praktiknya, taluh bukasem memang tidak sering digunakan. Terutama untuk kehatur ka luhur atau persembahan kepada para dewa.
"Namun dalam berbagai upacara keagamaan untuk mendatangkan kekuatan magis dan memohon kemenangan, mewajibkan menggunakan telur bukasem," ungkap Bhaskara.
"Misalnya, dalam banten laban sang catur sanak untuk memohon kekuatan gaib, atau dalam tebasan Jayasatru untuk memohon kemenangan atas musuh," tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pemujaan Durga Dewi tidak hanya terkait dengan spiritualitas, tetapi juga dengan permohonan akan kekuatan magis dan kemenangan.
Taluh bukasem menjadi simbol yang penting dalam alur Durga Puja, sebuah praktik pemujaan yang kaya akan makna dan simbolisme spiritual dalam tradisi Bali. ***