BALIEXPRESS.ID- Umat Hindu khususnya di Bali tentu sudah tidak asing jika mendengar Pura Agung Besakih.
Pura Agung Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Pura Agung Besakih merupakan merupakan tempat suci umat Hindu terbesar di Bali.
Dikutip dari website Kementerian Keuangan, nama Besakih diambil dari Bahasa Sanksekerta, yaitu wasuki atau dalam bahasa Jawa Kuno basuki yang berarti selamat.
Konon karena letaknya yang tinggi membuat Desa Besakih menjadi lokasi berdirinya Pura Agung Besakih.
Sementara nama Pura Besakih didasari pula oleh mithologi Naga Basuki sebagai penyeimbang Gunung Mandara.
Pura yang memiliki banyak komplek pura tersebut dibangun tahun 1284 oleh Rsi Markandeya yang merupakan seorang pemuka agama Hindu keturunan India.
Awal mula berdirinya Pura Agung Besakih ini dikarenakan Rsi Markandeya mendengar suara gaib ketika bermeditasi di dataran tinggi Dieng.
Ia dan pengikutnya pun sampai membelah hutan di Jawa untuk sampai ke Pulau Bali.
Hingga saat ini pura tersebut selalu ramai yang datang ketika pujawali untuk menghaturkan bhakti.
Terlebih kawasan suci di sana sudah ditata dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Di Pura Agung Besakih rutin digelar Karya Ida Bhatara Turun Kabeh bertepatan dengan sasi Kadasa. Karya ini digelar setiap tahun.
Kemudian setiap 10 tahun digelar Karya Panca Wali Krama. Karya ini merupakan karya terbesar kedua setelah Eka Dasa Rudra yang berlangsung setiap 100 tahun sekali. (*)
(*)
Editor : I Made Mertawan