BALI EXPRESS, AMLAPURA - Gunung Agung yang berada di level IV (Awas) berdampak besar terhadap dunia pariwisata di Karangasem. Tak sedikit hotel tutup. Bukan hanya karena berada di zona bahaya. Melainkan juga karena tak ada tamu. Hal itu berdampak terhadap nasib karyawan pariwisata. Bahkan, momen Natal dan Tahun Baru yang biasanya menjadi masa panen, kini tak lagi bisa diharapkan.
Sekretaris PHRI Karangasem, Wayan Kariasa menyebutkan hampir 50 persen hotel di Karangasem menerapkan 15 hari kerja bagi karyawannya. Kondisi pariwisata Karangasem lebih anjlok ketimbang status Awas sebelumnya. “Kalau dipekerjakan penuh sebulan, tidak bisa karena hotel sepi. Hanya akan meningkatkan cost operational saja. Jadi ya terapkan 15 hari kerja. Karyawan yang masih punya stok libur, cuti silahkan ambil,” ujar Kariasa kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (4/12).
Dengan menerapkan 15 hari kerja, secara otomatis salary (gaji) yang diterima menyesuaikan. Persentase pembayaran gaji merupakan kebijakan masing-masing hotel. Namun belum ada laporan hotel yang sampai tidak membayar gaji karyawanya. “Dibayar tetap, persentasenya berapa, mungkin saja menyesuaikan dengan kemampuan hotel,” jelas Kariasa.
General Manager Hotel Ashyana Candidasa ini menerangkan, lesunya pariwisata dipastikan bakal terjadi hingga pergantian tahun. Perayaan Natal dan Tahun Baru (nataru) tahun ini dipastikan tak lagi menjadi berkah dunia pariwisata di Karangasem, bahkan Bali pada umumnya. Karena setelah Gunung Agung erupsi, banyak wisatawan yang didominasi wisatawan asing memilih cancel, membatalkan jadwal liburan ke Pulau Dewata. Hitung-hitungan sebelum status gunung naik le level IV, tingkat hunian saat nataru di Karangasem diperkirakan lebih dari 45 persen. Setelah gunung erupsi, ada keragu-raguan wisatawan datang ke Bali karena erupsi bisa mengakibatkan penutupan bandara. “Bukan karena Bali tidak aman. wisatawan itu takut setelah mengambil libur ternyata bandara tutup karena erupsi. Lebih baik mereka beralih ke daerah yang lebih pasti aman,” tegas Kariasa.
Owner Arya Amed Beach Resort, Ketut Dayuh mengakui, wisatawan yang sebelumnya sudah ready menginap di hotelnya, tiba-tiba melakukan pembatalan karena erupsi Gunung Agung belum lama ini. Hal itu membuat pihak hotel kelimpungan. Begitu status gunung naik, tamu langsung check out. “Dari 24 kamar yang kami sediakan, tinggal terisi satu kamar saja. Tidak ada tamu datang ke Amed,” ujar Dayuh.
Editor : I Putu Suyatra