BALI EXPRESS, DENPASAR - Momen Idul Adha menjadi masa panen bagi pedagang hewan kurban seperti kambing dan sapi. Meski perekonomian secara umum tengah lesu, penjualan hewan kurban tetap semarak.
Jelang Idul Adha yang tinggal hitungan hari, beberapa penjual kambing dan sapi mulai membuka usahanya di seputaran Denpasar. Seperti yang dilakukan oleh Syaid Abdullah dan kelompoknya di sekitar Jalan Mahendradatta Denpasar. Usaha yang telah dilakukan selama lima tahun tersebut, memanfaatkan tanah kerabat pengusaha yang sedang tidak dipakai.
Soal target penjualan kambing pada Idul Adha tahun 2019 ini, ia membidik 250 ekor. Naik sekitar 80 ekor dari targetnya tahun lalu yang hanya 186 ekor. “Sampai Selasa (6/8) ini, sekitar 130-an ekor sudah terjual. Masih punya waktu hingga Sabtu (10/8). Kalau sapi, tahun lalu laku 24 ekor. Tahun ini, 34 kami stop. Yang separo sapi kami sendiri. Artinya kami beli bibit dan kerja sama dengan petani untuk ngadas, nanti bagi hasil,” jelasnya.
Dalam usahanya tersebut, terdapat lima jenis sapi yang dijual dengan harga yang cukup bervariasi. Sapi kelas B dijual dengan harga Rp15,5 juta per ekor. Sapi kelas A dijual dengan harga Rp18,5 juta per ekor. Sapi kelas A plus dengan harga Rp 20,5 juta per ekor. Sapi super dengan harga Rp 22,5 juta per ekor hingga sapi super jumbo dengan harga Rp 26 juta per ekor.
Sementara itu, untuk kambing mulai dijual dari kelas C seharga Rp2,5 juta per ekor. Kambing kelas B dijual seharga Rp 2,9 juta per ekor. Kambing kelas A dijual seharga Rp 3,3 juta per ekor. Kambing kelas super dijual dengan harga Rp 4.250.000 per ekor hingga kambing super jumbo seharga Rp 6 juta per ekor.
Ia menyampaikan bahwa 100 persen keuntungan dari penjualan hewan kurban akan digunakan untuk pengadaan lahan dan pembangunan gedung pendidikan Al-quran Mushalla Nurul Iman Padang Udayana. Stok tahun ini ditargetkan naik karena ada pertimbangan harga.
“Sekarang, di Karangasem dan Ubud juga mahal. Yang jelas, harga di sini pasti mahal karena keuntungannya untuk sedekah. Selain itu, pembeli gak mau repot-repot juga. Kalau di sini kan kami anter sampai di tempat yang beli. Mulai H-3 kami anter sampai menjelang hari raya. Selain itu, banyak sekolah yang beli juga. Banyak yang minta diantar hari Minggu (11/8) karena akan dipotong pada Selasa (12/8),” jelasnya.
Dibandingkan sapi, masyarakat lebih banyak membeli kambing karena berbagai kemudahan. “Lebih mudah jualan kambing. Kalau yang beli kambing, pembeli datang sendiri, Kalau sapi,yang beli pesan dulu. Kebanyakan langganan lama. Kalau yang beli kambing, biasanya juga orang yang kebetulan lewat di tempat ini. Yang habis duluan biasanya kecil-kecil,” terangnya.
Editor : Nyoman Suarna