Salah satu alat penyajian kopi manual yang populer digunakan pada coffee shop dan menjadi alat dasar pembuatan kopi manual adalah V60. V60 adalah alat manual brew yang pertama kali diciptakan sebagai prototype pada tahun 2004 oleh seorang ahli kimia berkebangsaan Jepang yaitu Tsuruoka di Tokyo.
V60 merupakan alat manual brew yang sudah sangat terkenal saat ini. Disebut V60, V melambangkan bentuk alat kopi manual tersebut seperti huruf V, sedangkan 60 adalah tingkat kemiringan saat menuangkan air dari ketel leher angsa. Sistem pembuatan kopi menggunana metode ini yaitu dripting. Air kopi yang diseduh akan menetes kepada server yang disediakan.
Ada beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam pembuatan kopi dengan metode V60 ini. Pertama kertas filter yang digunakan adalah kertas filter khusus untuk menyaring bubuk kopi. Kedua kualitas air yang tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna serta dengan suhu 90 derajat selsius. Sebab suhu tersebut merupakan suhu sempurna untuk penyeduhan kopi.
Awan, dari Pandawa Coffee Education, Minggu (6/9), melakukan metode V60 ini tergolong mudah. Namun belum ada kesepakatan anatara barista terkait metode penyeduhan terbaik. “Semua kembali lagi kepada selera masing-masing. Selera bisa dibina tapi pencernaan selalu berpijak pada lingkungan. Bebas aja,” uangkapnya.
Awan menambahkan, kebanyakan untuk manual brew V60 menggunakan kopi jenis arabika. Sebab arabika memiliki lebih banyak varian rasa dibandingkan robusta, dan cenderung memiliki rasa yang lebih lembut. “Kalau robusta dia lebih strong. Arabika dia cenderung asam dan ada banyak varian rasanya. Itu karena pengaruh dataran tempat tanamnya. Kalau di sekitarya banyak jeruk seperti Kintamani, maka arabika punya rasa citrusnya. Asam jeruknya ada,” kata dia.
Teknik V60 dengan menggunakan pour over yang merupakan metode dalam penyeduhan kopi sudah dikenal sejak lama. Metode ini memang tidak sulit namun tidak juga gampang. Sebab dalam menyeduh kopi membutuhkan proses yang jeli agar dihasilkan seduhan kopi yang berkualitas.
Editor : Nyoman Suarna