Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari 340 Ribu UMKM di Bali, Baru 250 UMKM yang Go Digital

Nyoman Suarna • Rabu, 21 April 2021 | 15:22 WIB
Dari 340 Ribu UMKM di Bali, Baru 250 UMKM yang Go Digital
Dari 340 Ribu UMKM di Bali, Baru 250 UMKM yang Go Digital

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dari 340 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali, sebanyak 1026 UMKM tengah mengikuti pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) dari Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali yang bekerja sama dengan sejumlah market place. Dan dari angka tersebut, baru sekitar 250 UMKM yang telah go digital atau masuk pasar digital.


Untuk itu, Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Bali akan merancang sebuah website khusus UMKM Bali. Website ini nantinya sebagai wadah atau jendela daripada UMKM Bali untuk mengembangkan usahanya.


Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali, I Wayan Mardiana mengungkapkan, dari 1026 UMKM yang mengikuti pelatihan itu sudah by name, by address, dan by product. Sedangkan sisanya masih belum diketahui jelas karena data pastinya tersedia di kabupaten atau kota.


“Ini yang akan kami tata lagi kedepannya karena kami akan membangun website untuk UMKM Bali. Diharapkan nanti akhir 2021 kami sudah punya rumah besar untuk para UMKM. Sehingga di sana kita semua bisa melihat data valid UMKM karena sudah terdata secara online. Ini sedang dikaji bersama Diskominfo,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (20/4).


Pada website ini juga nantinya akan digunakan sebagai wadah jual-beli produk UMKM. Yang mana, untuk transaksi jual-beli memanfaarkan QRIS. Rencananya website ini akan diluncurkan di Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei. “Websitenya rencananya akan diluncurkan pada Hari Kebangkitan Nasional oleh Ibu Gubernur Bali. Jadi tepat waktunya hari kebangkitan untuk UMKM Bali,” katanya.


Sementara itu, pelatihan atau bimtek diberikan karena para UMKM masih kesulitan terutama untuk memasarkan produknya. Pelatihan diberikan langsung oleh market place seperti Lazada, Grab, Gojek, Bukalapak, dan lainnya.


“Itu salah satu upaya yang kami lakukan untuk menunjang UMKM di Bali. Dan pelatihannya sudah dilakukan dari Januari lalu. Latihannya berupa bagaimana menyajikan produk dengan baik dari segi gambar, kemudian penggunaan media sosial sebagai wadah berjualan. Jadi sekarang kami berbeda. Dulu pemasaran secara konvensional, sekarang teknik pemasaran sudah digital atau online,” jelasnya.


Keseluruhan UMKM yang mengikuti bimtek berasal dari berbagai macam produk, mulai dari produk fesyen, herbal, kuliner, dan handycraft. Para pelaku UMKM dapat memilih market place yang menjadi tujuannya.


Di sisi lain, Mardiana mengatakan, kendala yang masih dialami sejumlah UMKM untuk memasuki pasar digital yakni sarana seperti handphone. Mengingat, untuk bisa tembus pasar digital pelaku UMKM mesti melek teknologi. “Ini yang sedang kami lakukan bekerjasama dengan marketplace. Sehingga nantinya pelaku UMKM dapat lebih go digital. Mudah-mudahan akhir tahun 2021 kami sudah punya data yang valid tentang pertumbuhan UMKM,” tuturnya.


 


Lebih lanjut pihaknya juga terus berupaya dalam meningkatkan kualitas produk para UMKM sehingga bisa naik kelas. “Dari usaha mikro menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Itulah tujuan kami sehingga UMKM ini bisa jauh lebih expand dalam mengembangkan usahanya,” harap dia.(ika)

Editor : Nyoman Suarna